Teori nilai waktu uang
Teori nilai waktu uang atau time value of money menyatakan bahwa uang yang diterima saat ini lebih bernilai daripada jumlah uang yang sama yang diterima pada masa mendatang. Uang saat ini dapat segera digunakan untuk investasi, memperoleh bunga, membiayai operasi, atau menghindari ketidakpastian di masa depan (Gitman et al., 2015).
Nilai masa depan suatu dana dihitung dengan rumus:
FV=PV(1+r)nFV = PV(1+r)^nFV=PV(1+r)n
Sementara itu, nilai sekarang dari arus kas masa depan dihitung sebagai berikut:
PV=FV(1+r)nPV = \frac{FV}{(1+r)^n}PV=(1+r)nFV
Keterangan:
FV=future value atau nilai masa depanFV = \text{future value atau nilai masa depan}FV=future value atau nilai masa depan
PV=present value atau nilai sekarangPV = \text{present value atau nilai sekarang}PV=present value atau nilai sekarang
r=tingkat bunga atau tingkat pengembalianr = \text{tingkat bunga atau tingkat pengembalian}r=tingkat bunga atau tingkat pengembalian
n=jumlah perioden = \text{jumlah periode}n=jumlah periode
Sebagai ilustrasi, jika perusahaan menginvestasikan Rp100 juta pada tingkat pengembalian 10 persen per tahun selama tiga tahun, nilai masa depan investasi tersebut adalah:
FV=Rp100.000.000(1+0,10)3FV = Rp100.000.000(1+0,10)^3FV=Rp100.000.000(1+0,10)3
FV=Rp133.100.000FV = Rp133.100.000FV=Rp133.100.000
Teori nilai waktu uang mendasari hampir seluruh analisis keputusan investasi. Perusahaan tidak cukup hanya membandingkan total penerimaan dengan total pengeluaran, tetapi harus mendiskontokan arus kas masa depan ke nilai saat ini. Semakin lama arus kas diterima, semakin rendah nilainya pada saat ini, terutama apabila tingkat risiko dan tingkat bunga tinggi.
