Teori maksimalisasi nilai perusahaan menyatakan bahwa manajer keuangan seharusnya mengambil keputusan yang meningkatkan nilai pasar perusahaan dalam jangka panjang. Pada perusahaan terbuka, nilai tersebut umumnya tercermin dalam harga saham dan kapitalisasi pasar. Dalam perusahaan tertutup, nilai perusahaan dapat diperkirakan melalui nilai arus kas, nilai aset, laba, atau pendekatan valuasi bisnis lainnya (Ross et al., 2022).
Teori ini berkembang sebagai kritik terhadap tujuan maksimalisasi laba. Laba memang merupakan indikator penting, tetapi laba mempunyai sejumlah keterbatasan. Laba akuntansi dapat dipengaruhi oleh metode akuntansi; laba tidak selalu sama dengan kas; laba tidak secara langsung mempertimbangkan waktu penerimaan; dan laba tidak selalu memperhitungkan risiko dari keputusan yang diambil. Dengan demikian, perusahaan yang melaporkan laba tinggi belum tentu menciptakan nilai tinggi apabila laba tersebut diperoleh melalui risiko berlebihan, utang yang tidak sehat, atau pengorbanan investasi jangka panjang (Brigham & Houston, 2022).
Contoh sederhana dapat diberikan melalui dua proyek investasi. Proyek A menghasilkan laba sebesar Rp500 juta dengan risiko rendah dan penerimaan kas yang stabil selama lima tahun. Proyek B menghasilkan laba sebesar Rp600 juta, tetapi penerimaannya baru terjadi pada akhir tahun kelima dan memiliki risiko gagal yang sangat tinggi. Apabila hanya menggunakan dasar laba, proyek B tampak lebih baik. Namun, apabila nilai waktu uang dan risiko diperhitungkan, proyek A dapat memiliki nilai kini bersih yang lebih tinggi dan lebih mampu meningkatkan nilai perusahaan.
Implikasi teori maksimalisasi nilai perusahaan adalah bahwa manajemen harus mengevaluasi setiap keputusan berdasarkan kontribusinya terhadap arus kas, tingkat risiko, biaya modal, keberlanjutan bisnis, dan kekayaan pemegang saham. Keputusan yang meningkatkan laba jangka pendek tetapi merusak reputasi, meningkatkan risiko hukum, atau menurunkan kemampuan perusahaan bersaing pada masa depan tidak sejalan dengan prinsip maksimalisasi nilai.
