Konsep Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas masa depan, waktu penerimaan arus kas, serta tingkat risiko yang melekat pada arus kas tersebut. Oleh karena itu, teori manajemen keuangan banyak berhubungan dengan tiga keputusan pokok, yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan atau struktur modal, dan keputusan dividen (Gitman et al., 2015; Ross et al., 2022).

Secara konseptual, nilai perusahaan dapat dinyatakan sebagai nilai sekarang dari arus kas masa depan:

V=∑t=1nCFt(1+k)tV = \sum_{t=1}^{n}\frac{CF_t}{(1+k)^t}V=t=1∑n​(1+k)tCFt​​

Keterangan:

V=nilai perusahaanV = \text{nilai perusahaan}V=nilai perusahaan

CFt=arus kas pada periode ke-tCF_t = \text{arus kas pada periode ke-}tCFt​=arus kas pada periode ke-t

k=tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat diskontok = \text{tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat diskonto}k=tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat diskonto

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai perusahaan akan meningkat apabila perusahaan mampu meningkatkan arus kas masa depan, mempercepat penerimaan arus kas, atau menurunkan risiko sehingga tingkat diskonto yang diminta investor menjadi lebih rendah. Kerangka ini menjadi dasar bagi teori investasi, teori struktur modal, teori dividen, teori keagenan, teori sinyal, dan teori-teori lain dalam manajemen keuangan.