Untuk keberhasilan dalam penerapan pengendalian intern maka harus
diperhatikan juga unsur-unsur yang terdapat dalam suatu pengendalian intern.
Unsur-unsur pengendalian intern menurut Institut Akuntan Publik Indonesia
dalam Standar Professional Akuntan Publik (2011:319.24) yaitu:
- Lingkungan pengendalian.
- Penetapan resiko manajemen.
- Sistem informasi dan komunikasi akuntansi.
- Aktivitas pengendalian.
- Pemantauan.
Penjelasan mengenai unsur-unsur pengendalian intern diatas dapat
diuraikan sebagai berikut: - Lingkungan Pengendalian
lingkungan pengendalian merupakan gabungan dari berbagai faktor dalam
membentuk kebijakan dan prosedur tertentu. Faktor-faktor yang
mempengaruhi lingkungan pengendalian suatu perusahaan yaitu:
a. Integritas dan nilai etika
Integritas dan nilai etika merupakan unsur pokok lingkungan
pengendalian, yang mempengaruhi pendesaianan penyusunan, dan
pemantauan komponen yang lain. Standar etika dan perilaku entitas
mencakup tindakan manajemen untuk menghilangkan atau mengurangi
dorongan dan godaan yang mungkin menyebabkan personel
melakukan tindakan tidak jujur.
b. Komitmen terhadap kompetensi
Kompetensi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan
untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada individu.
Komitmen terhadap kompetensi mencakup pertimbangan manajemen
atas tingkat kompetensi untuk pekerjaan tertentu dan bagaimana
tingkat tersebut diterjemahkan ke dalam persyaratan ketrampilan dan
pengetahuan.
c. Partisipasi dewan komisaris atau komite audit
Atribut yang berkaitan dengan dewan komisaris atau komite audit ini
mencakup independensi dewan komisaris atau komite audit dari
manajemen, pengalaman dan tingginya pengetahuan anggotanya,
luasnya keterlibatan dan kegiatan pengawasan, memadainya tindakan,
tingkat sulitnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dewan atau
komite tersebut dengan auditor intern dan ekstern.
d. Filosofi dan gaya operasi manajemen
Karakteristik ini meliputi antara lain: pendekatan manajemen dlam
mengambil dan memantau resiko usaha, sikap dan tindakan
manajemen terhadap pelaporan keuangan dan upaya manajemen untuk
mencapai anggaran, laba serta tujuan bidang keuangan dan sasaran
operasi lainnya.
e. Struktur organisasi
Suatu struktur organisasi meliputi pertimbangan bentuk dan sifat unitunit organisasi entitas, termasuk pengolahan data serta hubungan
fungsi manajemen yang berkaitan dengan pelaporan. Selain itu,
struktur organisasi harus menetapkan wewenang dan tanggung jawab
dalam entitas dengan cara yang semestinya.
f. Pemberian wewenang dan tanggung jawab
Metode penetapan wewenang dan tanggung jawab meliputi
pertimbangan atas: - Kebijakan entitas mengenai masalah seperti praktik usaha yang
dapat diterima, konflik kepentingan dan aturan perilaku. - Penetapan tanggung jawab dan delegasi wewenang untuk
menangani masalah seperti maksud dan tujuan struktur organisasi,
fungsi operasi dan persyaratan instansi yang berwenang. - Uraian tugas pegawai yang menegaskan tugas-tugas spesifik,
hubungan pelaporan dan kendala. - Dokumentasi sistem komputer yang menunjukkan prosedur untuk
persetujuan transaksi dan pengesahan perubahan sistem.
g. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
Praktik dan kebijakan karyawan berkaitan dengan pekerjaan, orientasi,
pelatihan, evaluasi, bimbingan, promosi dan pemberian kompensasi
dan tindakan perbaikan. - Penaksiran Resiko
Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan
identifikasi, analisis dan manajemen terhadap resiko yang relevan dengan
penyusunan pelaporan keuangan yang wajar sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Resiko dapat timbul atau
berubah karena keadaan berikut ini:
a. Perubahan dalam lingkungan operasi. Perubahan dalam lingkungan
peraturan dan operasi dapat mengakibatkan perubahan dalam tekanan
persaingan dan resiko yang berbeda secara signifikan.
b. Personel baru. Personel baru mungkin memiliki fokus yang berbeda
atas atau pemahaman terhadap pengendalian intern.
c. Sistem informasi baru atau yang diperbaiki. Perubahan signifikan dan
cepat dalam sistem informasi dapat mengubah resiko berkaitan dengan
pengendalin intern.
d. Pertumbuhan yang pesat. Perluasan operasi yang signifikan dan cepat
dapat memberikan tekanan terhadap pengendalian dan meningkatkan
resiko kegagalan dalm pengendalian.
e. Teknologi baru. Pemasangan teknologi baru kedalam operasi atau
sistem informasi dapat mengubah resiko yang berhubungan dengan
pengendalian intern.
f. Lini produk, profuk, atau aktivitas baru. Dengan masuk ke bidang
bisnis atau transaksi yang didalamnya entitas belum memiliki
pengalaman dapat mendatangkan resiko baru yang berkaitan dengan
pengendalian intern.
g. Restrukturisasi korporasi. Restrukturisasi dapat disertai dengan
pengurangan staff dan perubahan dalam supervisi dan pemisahan tugas
yang dapat mengubah resiko yang berkaitan dengan pengendalian
intern.
h. Operasi luar negeri. Perluasan dan perolehan operasi luar negeri
membawa resiko baru atau seringkali yang unik yang dapat berdampak
terhadap pengendalian intern, seperti resiko tambahan atau resiko yang
berubah dari transaksi mata uang asing.
i. Standar akuntansi baru. Pemakaian prinsip akuntansi baru, atau
perubahan prinsip akuntansi dapat berdampak terhadap resiko dalam
penyusunan laporan keuangan. - Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu
memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut
membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk
menanggulangi resiko dalam pencapaian tujuan entitas. Umumnya
aktivitas pengendalian yang mungkin relevan dengan audit dapat
digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur berikut ini:
a. Review kinerja. Aktivitas pengendalian mencakup review atas kinerja
sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran, prakiraan, atau kinerja
periode sebelumnya, menghubungkan satu rangkaian data yang
berbeda operasi atau keuangan satu sama lain, bersama dengan analisis
atas hubungan dan tindakan penyelidikan dan perbaikan, dan review
atas kinerja fungsional atau aktivitas.
b. Pengolahan informasi. Dua pengelompokkan luas aktivitas
pengendalian sistem informasi adalah pengendalian umum (general
control) dan pengendalian aplikasi (application control). Pengendalian
umum biasanya mencakup pengendalian atas operasi pusat data,
pemerolehan dan pemeliharaan perangkat lunak sistem, keamanan
akses, pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pengendalian
aplikasi berlaku untuk pengolahan aplikasi secara individual.
Pengendalian ini membantu menetapkan bahwa transaksi salah saji,
otoritasi semestinya dan diolah secara lengkap dan akurat.
c. Pengendalian fisik. Aktivitas ini mencakup keamanan fisik aktiva,
termasuk penjagaan memadai seperti fasilitas yang terlindungi, dari
akses terhadap aktiva dan catatan, otorisasi untuk akses ke program
komputer dan data file, dan perhitungan secara periodik dan
perbandingan dengan jumlah yang tercantum pada catatan pengendali.
d. Pemisahan tugas. Pembebanan tanggung jawab ke orang yang berbeda
untuk memberikan otorisasi transaksi, pencatatan transaksi,
menyelenggarakan penyimpanan aktiva ditujukan untuk mengurangi
kesempatan bagi seseorang dalam posisi baik untuk berbuat
kecurangan dan sekaligus menyembunyikan kekeliruan dan
ketidakberesan dalam menjalankan tugasnya dalam keadaan normal. - Informasi dan Komunikasi
Sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan yang
meliputi sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan yang dibangun
untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan transaksi entitas
dan untuk memelihara akuntabilitas bagi aktiva, utang dan ekuitas yang
bersangkutan. Komunikasi mencakup pemberian pemahaman atas peran
dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian intern
terhadap elaporan keuangan. Sistem informasi mencakup metode dan
catatan yang digunakan untuk:
a. Mengidentifikasi dana mencatat semua transaksi yang sah.
b. Menjelaskan pada saat yang tepat transaksi secara cukup rinci untuk
memungkinkan penggolongan semestinya transaksi untuk pelaporan
keuangan.
c. Mengukur nilai transaksi dengan cara sedemikian rupa sehingga
memungkinkan pencatatan nilai moneter semestinya dalam laporan
keuangan.
d. Menentukan periode waktu terjadinya transaksi untuk memungkinkan
pencatatan transaksi dalam periode akuntansi semestunya.
e. Menyajikan transaksi semestinta dan pengungkapan yang berkaitan
dalam laporan keuangan. - Pemantauan
Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian intern
sepanjang waktu. Pemantauan ini mencakup penentuan desain dan operasi
pengendalian intern tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses
ini dilakukan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus,
evaluasi secara terpisah atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya.
Berdasarkan unsur-unsur pengendalian intern, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa dalam sebuah pernyataan proses pemeriksaan oleh auditor,
perusahaan yang bersangkutan harus dapat dikatakan baik jika dapat memenuhi
kelima pengendalian intern.
