Febi (2015) menyatakan :
“Konservatisme menunda pengakuan pendapatan dan mempercepat
pengakuan biaya, sehingga laporan laba rugi yang konservatif akan
menunda pengakuan pendapatan yang belum terealisasi dan biaya yang
terjadi pada periode tersebut akan segera dibebankan pada periode tersebut
dibandingkan menjadi cadangan (biaya yang ditangguhkan) pada neraca.”
(Kim & Zhang, 2016) menyatakan bahwa Konservatisme (conditional)
membatasi manajer perusahaan dalam menahan bad news dari investor yang mana
hal tersebut menurunkan Risiko Kejatuhan Harga Saham.
Henry (2016) menyatakan bahwa konservatisme (kondisional) membatasi
kemampuan manajer untuk melebih-lebihkan performa perusahaan dan
menyembunyikan bad news dari investor, sehingga menurunkan Risiko Kejatuhan
Harga Saham di masa depan.
Gabriella (2020) menyatakan bahwa semakin konservatif kebijakan yang
dilakukan oleh perusahaan, maka akan semakin kecil peluang terjadinya risiko
kejatuhan harga saham. Hal ini disebabkan penimbunan bad news dapat diketahui
dalam waktu yang bersamaan. Sehingga, tidak akan terjadi kejutan di pasar. Dengan
40
demikian, peluang terjadinya kejatuhan harga saham akan rendah karena bad news
dapat terakumulasi dengan cepat
