Harga saham adalah salah satu indikator utama untuk mengukur kinerja
perusahaan dan juga satu-satunya faktor yang menentukan kekayaan pemegang
saham. Perubahan harga saham didasarkan pada informasi yang terkait dengan
perusahaan dan pasar secara keseluruhan (Singh, 2018). Harga saham adalah nilai
pasar dari sebuah saham yang dilaporkan oleh harga penutupan pada akhir setiap
hari perdagangan. Harga saham di pasar modal sangat bervariasi dari satu kerangka
waktu ke kerangka waktu berikutnya. Keseimbangan antara penawaran dan
permintaan menentukan seberapa besar nilai indeks berfluktuasi. Nilai indeks
saham akan turun jika penawaran melebihi permintaan dalam hal harga. Di sisi lain,
indeks harga saham akan naik jika permintaan keseluruhan untuk sekuritas lebih
besar daripada penawaran keseluruhan. Harga saham menggambarkan tingginya
kemampuan permintaan dibedakan dengan kemampuan penawaran ke suatu
saham, sementara itu meningkatnya pemodal yang hendak menjual tetap maka
harga saham akan naik, jika lebih banyak investor yang ingin menjual
sahamnya dari pada investor yang ingin membeli saham (Ahmad & Badri, 2022).
Faktor yang menyebabkan naik dan turunnya harga saham menurut Fahmi (2018)
berikut adalah beberapa kondisi dan situasi yang memengaruhi terjadinya fluktuasi
harga satuan saham:
1) Situasi ekonomi makro dan mikro.
2) Kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pertumbuhan, seperti
pembukaan kantor cabang dan kantor cabang pembantu baik di dalam
maupun luar negeri.
3) Perubahan mendadak pada keanggotaan direksi.
4) Direksi atau komisaris perusahaan yang sedang mengikuti proses hukum
yang sedang berlangsung di pengadilan.
5) Penurunan kinerja bisnis secara konsisten.
6) Risiko sistemik yang berdampak pada seluruh organisasi.
7) Bagaimana efek psikologis pasar memengaruhi aspek teknis pembelian
dan pelepasan saham.
