Pada dasarnya karyawan akan merasa nyaman dengan pekerjaannya
apabila karyawan mendapatkan rasa puas dalam bekerja. Robbins
(2002:36) berpendapat bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap
individu yang mengacu kepada pekerjaannya secara umum. Menurut
Handoko (2000:193) kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang
menyenangkan atau tidak menyenangkan bagaimana para karyawan
memandang pekerjaan mereka. Hakikatnya kepuasan kerja adalah tingkat
perasaan seseorang sebagai penilaian positif terhadap pekerjaannya dan
lingkungan tempat pekerjaannya (Wibowo, 2014:132). Dapat disimpulkan
dari pendapat diatas bahwa kepuasan kerja adalah perasaan positif yang
dimiliki oleh karyawan terhadap pekerjaan yang mereka jalankan dengan
anggapan menyenangkan.
Kepuasan Kerja menggambarkan persaan karyawan terhadap pekerjaan
yang dimilikinya. Kepuasan kerja dapat memberikan persaan positif
terhadap individunya. Robbins (2002:36) menyatakan seseorang dengan
tingkat kepuasan kerja yang tinggi mempunyai sikap positif terhadap
pekerjaannya, sedangkan seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya
mempunyai sikap negatif terhadap pekerjaannya. Adanya sikap postif
yang terdapat pada kepuasan kerja diharapkan bisa membuat karyawan
lebih tanggap terhadap lingkungan dengan motivasi yang diciptakan agar
dapat bekerja lebih maksimal.
Colquitt et al (2011) dalam Wibowo (2014: 132) menyatakan adanya
beberapa kategori kepuasan kerja:
1) Pay Satisfaction
Mencerminkan perasaan pekerja tentang bayaran mereka, termasuk
apakah sebanyak yang mereka berhak mendapatkan, diperoleh dengan
aman, dan cukup untuk pengeluaran normal dan kemewahan.
28
2) Promotion Satisfaction
Mencerminkan perasaaan pekerja tentang kebijakan promosi
perusahaan dan pelaksanaannya, termasuk apakah promosi sering
diberikan, dilakukan dengan jujur, dan berdasarkan pada kemampuan.
3) Supervision Satisfaction
Mencerminkan perasaaan pekerja tentang atasan mereka, termasuk
pakah atasan mereka kompeten, sopan, dan komunikator yang baik
serta bukannya bersifat malas, mengganggu juga menjaga jarak.
4) Coworker Satisfaction
Mencerminkan perasaan pekerja tentang teman sekerja mereka,
termasuk apakah rekan sekerja mereka cerdas, bertanggung jawab,
membantu, menyenangkan dan menarik.
5) Satisfaction With the Work It Self
Mencerminkan perasaan pekerja tentang tugas pekerjaan mereka
sebenarnya, termasuk apabila tugasnya menantang, menarik,
dihormati, dan memanfaatkan keterampilan penting dari pada sifat
pekerjaan yang menjumukan, berulang-ulang dan tidak nyaman.
b. Faktor-faktor Kepuasan Kerja
Robbins (2002:36) menyatakan bahwa faktor penting yang lebih
banyak mendatangkan kepuasan kerja adalah:
1) Pekerjaan yang secara mentalitas memberi tantangan
2) Penghargaan yang layak
29
3) Kondisi kerja yang menunjang
4) Rekan kerja yang mendukung
Kritner dan kinicki (2010) dalam Wibowo (2014:139) memiliki
pendapat yang berbeda tentang faktor yang dapat meningkatkan kepuasan
kerja. Faktor tersebut meliputi:
1) Need fulfillment, pemenuhan kebutuhan. Kepuasan ditentukan oleh
tingkat terhadap mana karakteristik pekerjaan memungkinkan
individual memenuhi kebutuhannya.
2) Discrepancies, ketidak sesuaian. Kepuasan adalah sebagai hasil dari
met expactations yang mencerminkan perbadaan antara apa yang
diharapkan untuk diterima individu dari pekerjaan, seperti bayaran
baik dan peluang promosi, dengan apa yang sebenarnya diterima.
3) `Value attainment, pencapaian nilai. Kepuasan merupakan hasil dari
persepsi bahwa pekerjaan memungkinkan untuk memenuhi nilai-nilai
kerja penting individual.
4) Equity, keadilan. Kepuasan merupakan hasil dari persepsi seseorang
bahwa hasil kerja relatif terhadap masukan lebih menyenangkan
dibandingkan dengan hasil/ masukan signifikan lain.
5) Dispositional/ Genetic components, komponen watak/ genetik.
Kepuasan kerja sebagian merupakan fungsi sifat personal dan faktor
genetik, karena dapat terjadi beberapa rekan kerja tampak puas dengan
30
berbagai variasi situasi kerja, sedang lainnya keliahatan selalu tidak
puas.
c. Indikator Kepuasan Kerja
Mas’ud (2004:185) menyatakan indikator kepuasan kerja tersebut
meliputi:
1) Kepuasan dengan gaji, adanya pembagian gaji yang adil oleh
perusahaan akan membuat individu merasa puas dan nyaman, karena
gaji tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
2) Kepuasan dengan promosi, promosi yang dilakukan organisasi setiap
tahunnya akan membuat karyawan bekerja lebih giat agar dapat
meningkatkan status kepegawaiannya, sehingga karyawan akan
merasa puas dengan hasil yang dicapainya dalam melakukan
pekerjaan.
3) Kepuasan dengan rekan sekerja, adanya rekan kerja yang dapat diajak
kerjasama akan membuat karyawan terasa nyaman bekerja dalam tim
dan akan merasa puas dengan hasil pekerjaan yang dibuat bersamasama.
4) Kepuasan dengan penyelia, atasan yang bekerja dengan baik akan
memberikan contoh kepada karyawannya, sehingga karyawan akan
lebih termotivasi lagi dalam melaksanakan pekerjaannya dan
karyawan akan merasa puas terhadap atasannya yang memberikan
contoh yang baik.
31
5) Kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri, pekerjaan yang dari awal
sudah disenangi oleh pegawai akan membuat pegawai menyelesaikan
tanggung jawabnya dengan rasa senang dan memang ingin dilakukan.
