Jenis-jenis kinerja keuangan


Menurut Hanafi dan Halim (2016) menyatakan bahwa ukuranukuran kinerja keuangan dalam suatua perusahan dapat dikelompokan
kedalam lima kelompok dasar yaitu : rasio likuiditas, rasio solvabilitas ,rasio
pasar ,rasio profitabilitas dan rasio aktivitas.

  1. Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek
    perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap
    hutang lancarnya (utang dalam hal ini merupakan kewajiban
    perusahaan).
    Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi utang
    jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya.Rasio yang
    rendah menunjukkan risiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio yang
    tinggi menunjukan adanya kelebihan aktiva lancar yang akan
    mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas
    perusahaan. Aktiva lancar secara umum menghasilkan return yang lebih
    dibandingkan dengan aktiva tetap.
  2. Rasio Solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
    kewajiban jangka penjang. Perusahaan yang tidak solvabel adalah
    perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan total asetnya.
    Rasio ini mengukur likuiditas jangka panjang perusahaan dengan
    memfokuskan pada sisi kanan neraca.
    Menurut Kasmir (2015) Rasio ini digunakan untuk menilai utang
    dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui setiap rupiah modal
    sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.
  3. Rasio Pasar digunakan untuk mengukur harga pasar relatif terhadap nilai
    buku dan harga saham terhadap pendapatan yang bertujuan untuk
    memberikan ukuran kemampuan manajemen mencitakan nilai pasar
    usahanya atas biaya investasi lebih banyak berdasarkan pada sudut
    investor, meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap
    rasio ini.
  4. Rasio Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam
    menghasilkan profitabilitas pada tingkat penjualan, aset, dan yang
    tertentu.Semakin besar rasio ini akan semakin baik karena rasio ini
    menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan suatu
    perusahaan. ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan
    laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Rasio yang tinggi
    menunjukkan efisiensi manajemen aset yang berarti efisiensi
    manajemen.
  5. Rasio Aktivitas melihat pada beberapa aset kemudian menentukan
    berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan
    tertentu. Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan
    mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada
    aktiva- aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila
    ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif. Total Asset Turn Over
    digunakan menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang
    tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio
    yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi,
    pemasarannya dan pengeluaran modalnya (investasi).