Menurut Hanafi dan Halim (2016) menyatakan bahwa ukuranukuran kinerja keuangan dalam suatua perusahan dapat dikelompokan
kedalam lima kelompok dasar yaitu : rasio likuiditas, rasio solvabilitas ,rasio
pasar ,rasio profitabilitas dan rasio aktivitas.
- Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek
perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap
hutang lancarnya (utang dalam hal ini merupakan kewajiban
perusahaan).
Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi utang
jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya.Rasio yang
rendah menunjukkan risiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio yang
tinggi menunjukan adanya kelebihan aktiva lancar yang akan
mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas
perusahaan. Aktiva lancar secara umum menghasilkan return yang lebih
dibandingkan dengan aktiva tetap. - Rasio Solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban jangka penjang. Perusahaan yang tidak solvabel adalah
perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan total asetnya.
Rasio ini mengukur likuiditas jangka panjang perusahaan dengan
memfokuskan pada sisi kanan neraca.
Menurut Kasmir (2015) Rasio ini digunakan untuk menilai utang
dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui setiap rupiah modal
sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. - Rasio Pasar digunakan untuk mengukur harga pasar relatif terhadap nilai
buku dan harga saham terhadap pendapatan yang bertujuan untuk
memberikan ukuran kemampuan manajemen mencitakan nilai pasar
usahanya atas biaya investasi lebih banyak berdasarkan pada sudut
investor, meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap
rasio ini. - Rasio Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan profitabilitas pada tingkat penjualan, aset, dan yang
tertentu.Semakin besar rasio ini akan semakin baik karena rasio ini
menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan suatu
perusahaan. ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan
laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Rasio yang tinggi
menunjukkan efisiensi manajemen aset yang berarti efisiensi
manajemen. - Rasio Aktivitas melihat pada beberapa aset kemudian menentukan
berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan
tertentu. Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan
mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada
aktiva- aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila
ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif. Total Asset Turn Over
digunakan menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang
tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio
yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi,
pemasarannya dan pengeluaran modalnya (investasi).
