Green Marketing


Polonsky (1994) mengasosiasikan green marketing sebagai “serangkai
tahapan pembuatan dan pemasaran produk yang tidak beimbas buruk ke
lingkungan, melalui strategi promosi yang khusus dan pemakaian material daur
ulang yang lebih ramah”(Hendra et al. 2023). Green Marketing ialah sebutan yang
mengacu pada cara memasarkan produk atau layanan yang ramah lingkungan atau
berkelanjutan dengan menggabungkan praktik ramah lingkungan ke dalam
berbagai dimensi pemasaran, seperti pengembangan produk, pengemasan,
periklanan, dan pencitraan merek, untuk menarik perhatian pelanggan yang makin
peduli terhadap masalah lingkungan dengan tujuan lainnya yaitu mendorong
perubahan lingkungan ke arah yang positif (Tsai et al. 2020).
Menurut Hendra et al. (2023) adanya Green Marketing ini tentu memiliki
tujuan bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan, yaitu:

  1. Menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan: Adanya penerapan green
    marketing ini adalah untuk menghasilkan dan mempromosikan produk yang
    memiliki dampak minim selama proses produksi hingga pembuangan limbah
    oleh pelanggan
  2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan konsumen: Bertujuan agar adanya
    peningkatan kesadaran mengenai masalah lingkungan dan memberikan
    pengetahuan mengenai dampak lingkungan berdasarkan pilihan konsumsi.
  3. Meminimalkan limbah dan penggunaan energi: Pengurangan limbah dan
    penggunaan energi selama produksi diharapkan dapat menghasilkan produk
    yang berkelanjutan.
  4. Meningkatkan citra perusahaan: Perusahaan yang mengimplementasikan green
    marketing tidak jarang memiliki maksud untuk memperbaiki citra/image
    perusahaan di mata konsumen dan pemangku kepentingan.
  5. Memenuhi tuntutan konsumen yang sadar lingkungan: Pengaplikasian green
    marketing dijadikan respons terhadap kekhawatiran dunia mengenai perubahan
    iklim dan degradasi lingkungan.
  6. Mencapai keberlanjutan jangka panjang: Dilihat dari tujuan jangka panjang,
    maka green marketing ingin membantu usaha atau bisnis untuk mencapai
    keberlanjutan dengan memasarkan bisnis yang tidak menjadikan keuntungan
    sebagai berorientasi utama, namun juga bertanggung jawab secara sosial dan
    ramah lingkungan.
    Hendra et al. (2023) juga menjelaskan mengenai bahwa sama seperti
    pemasaran konvensional, green marketing juga membutuhkan bauran marketing
    mix inovatif yang terbagi menjadi 4 (empat), yaitu:
  7. Green Product: Produksi produk yang menggunakan bahan baku yang aman,
    proses penciptaan atau pembuatan yang ramah lingkungan, produk dapat didaur
    ulang atau digunakan kembali dan terurai secara alami, tidak diujikan pada
    hewan, tidak beracun dan tidak merusak lingkungan.
  8. Green Price: Penetapan harga yang sesuai dengan kualitas nilai tambah
    lingkungan yang ditawarkan produk tersebut, sebanding dengan kualitas produk,
    dan mencakup kesediaan konsumen untuk membayar harga yang ramah
    lingkungan.
  9. Green Place: Bauran ini berkaitan dengan proses distribusi produk yang
    mengurangi dampak lingkungan, termasuk penggunaan transportasi dan
    logistik.
  10. Green Promotion: Menekankan manfaat lingkungan dari produk atau layanan
    dalam komunikasi pemasarannya dan penggunaan media sebagai alat pengirim
    pesan ke masyarakat yang belum terjangkau mengenai isu lingkungan dan
    produk ramah lingkungan.
    Menurut Fatmawati & Alikhwan (2021) indikator yang dapat mengukur
    dari variabel green marketing, terdiri menjadi 4 (empat), yaitu:
  11. Menyediakan barang yang ramah dan peduli lingkungan
    Menetapkan premium price
  12. Menciptakan saluran distribusi yang ramah lingkungan
  13. Mendesain iklan yang ramah lingkungan