Dimensi Affective Commitment


Menurut Allen dan Meyer (2004, dalam Kosmaya, 2012) ada 5 dimensi
affective commitment yaitu:

  1. Loyalitas
    Loyalitas adalah kesetiaan karyawan terhadap organisasi tempat karyawan
    bekerja. Loyalitas sangat dibutuhkan oleh organisasi karena tanpa loyalitas
    karyawan, maka organisasi tersebut akan mengalami persoalan berat.
  2. Rasa Bangga
    Rasa bangga terhadap organisasi mutlak dimiliki oleh setiap karyawan.
    Rasa bangga inilah yang mendorong karyawan untuk memiliki motivasi
    kerja yang tinggi dan berdampak pada loyalitas. Sebaliknya, jika karyawan
    tidak memiliki rasa bangga, karyawan akan memiliki sikap yang negatif
    terhadap organisasi tersebut.
  3. Peran Serta
    Seorang karyawan yang memiliki komitmen tinggi pada organisasi akan
    memberikan ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif demi kemajuan
    organisasi tersebut. Sebaliknya, jika karyawan memiliki sikap yang apatis
    dan pasif tidak akan bersedia memberikan ide yang baik demi kemajuan
    organisasi.
  4. Menganggap Organisasinya adalah yang Terbaik
    Sekalipun banyak organisasi lain memiliki keunggulan, seorang karyawan
    yang memiliki komitmen tinggi akan berasumsi bahwa organisasi tempat
    bekerja adalah selalu yang terbaik. Sikap ini bukan berarti menganggap
    remeh organisasi lain melainkan suatu ekspresi kebanggaan.
  5. Terikat secara Emosional pada Organisasi Tempat Bekerja
    Karyawan yang memiliki komitmen tinggi akan merasa sakit bila organisasi
    tempat bekerja dipandang negatif. Sikap ini disebabkan karena karyawan
    tersebut terikat secara emosional sehingga organisasi tempat bekerja sudah
    menjadi bagian dalam diri karyawan tersebu