Faktor-faktor Affective Commitment


Allen & Meyer (1990 dalam Tarigan, Veronica dan Dorothea Wahyu
Ariani, 2015) mengungkapkan bahwa faktor-faktor dari affective commitment
yaitu:
a. Tantangan pekerjaan yaitu pekerjaan yang dilakukan karyawan dalam
perusahaan adalah menantang dan menarik.
b. Kejelasan peran yaitu kejelasan harapan dari perusahaan terhadap
karyawan.
c. Kejelasan sasaran dalam tugas yaitu pemahaman karyawan mengenai apa
yang seharusnya dilakukan karyawan dalam pekerjaannya.
d. Kesulitan tujuan yaitu persyaratan pekerjaan dari perusahaan yang tidak
terlalu menuntut.
e. Manajemen yang menerima yaitu kondisi karyawan yang berada di
manajemen puncak perusahaan menaruh perhatian terhadap ide yang
diberikan oleh karyawan lain.
f. Kedekatan dengan sesama karyawan yaitu adanya hubungan dekat dengan
beberapa karyawan dalam perusahaan.
g. Ketergantungan perusahaan yaitu rasa kepercayaan terhadap perusahaan
karena apa yang dikatakan maka akan dilakukan oleh pihak perusahaan.
h. Keadilan atau kewajaran yaitu pada perusahaan terdapat karyawan yang
mendapatkan lebih layak dan ada juga yang mendapatkan jauh lebih sedikit.
i. Kepentingan pribadi yaitu pada perusahaan seorang karyawan didorong
untuk merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan membawa kontribusi
penting terhadap tujuan besar perusahaan.
j. Tanggapan perusahaan atas kinerja yaitu seberapa sering perusahaan
memberikan umpan balik terhadap kinerja individu.
26
k. Pastisipasi yaitu kesempatan karyawan untuk berpartisipasi dalam
memutuskan mengenai standar beban kerja dan kinerja.
Selain itu, menurut Rhoades et al. (2001) berpendapat bahwa ada beberapa
faktor munculnya affective commitment seorang karyawan dalam perusahaan yang
diperkuat oleh persepsi dukungan perusahaan, antara lain penghargaan yang
diberikan oleh perusahaan (reward), keadilan prosedural, dan dukungan penyelia.
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai faktor-faktor affective
commitment, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor affective commitment
secara garis besar adalah karakteristik pribadi, karakteristik pekerjaan, karakteristik
struktural, dan pengalaman kerja. Faktor karakteristik pribadi meliputi kepentingan
pribadi dan kedekatan dengan sesama anggota. Faktor karakteristik pekerjaan
meliputi tantangan kerja, kejelasan peran, kejelasan sasaran dan tugas, kesulitan
tujuan. Faktor karakteristik struktural meliputi keadilan prosedural, dukungan
penyelia, penerimaan manajer, keadilan, ketergantungan organisasi. Sedangkan
yang terakhir adalah faktor pengalaman kerja meliputi reward, partisipasi individu,
dan feedback organisasi