Dimensi Job Satisfaction


Smith et al (2017) menyatakan terdapat 5 dimensi job satisfaction yaitu:

  1. Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri.
    Pekerjaan memberikan kesempatan karyawan untuk belajar sesuai dengan
    minat serta kesempatan bertanggungjawab.
  2. Kesempatan terhadap gaji.
    Kepuasan kerja pegawai akan terbentuk apabila besar uang atau upah yang
    diterima sesuai dengan beban kerja dan seimbang dengan pegawai lainnya.
  3. Kesempatan promosi.
    Promosi adalah bentuk penghargaan yang diterima pegawai dalam
    organisasi.
  4. Kepuasan terhadap supervisi.
    Hal ini ditunjukkan oleh atasan dalam bentuk memperhatikan seberapa baik
    pekerjaan yang dilakukan pegawai, menasehati dan membantu pegawai
    serta komunikasi yang baik dalam pengawasan.
  5. Kepuasan terhadap rekan kerja.
    Hubungan antara pegawai yang harmonis, bersahabat, dan saling
    membantu, akan menciptakan suasana kelompok kerja yang kondusif,
    sehingga akan menciptakan kepuasan kerja pegawai.
    Tinggi rendahnya tingkat kepuasan kerja berkaitan dengan aspek fisik
    dalam melaksanakan kerja, kondisi lingkungan pekerjaannya, rekan kerja dan
    interaksinya. Tingkat kepuasan kerja dapat diketahui melalui indikator-indikator
    job satisfaction. Metode Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) adalah alat
    ukur atau instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan kerja
    karyawan dengan dua puluh variabel kepuasan kerja terdiri dari faktor internal dan
    faktor eksternal yang dirancang oleh Weiss, et al (2007). Variabel MSQ tersebut
    terbagi 12 variabel pertama faktor internal dan 8 variabel selanjutnya faktor
    eksternal yaitu:
  6. Penggunaan kemampuan (ability Utilization), yaitu kesempatan untuk
    melakukan sesuatu menggunakan kemampuan, keahlian dan keterampilan
    yang dimiliki.
  7. Prestasi (achievement), yaitu tingkat pencapaian atau keberhasilan yang
    diperoleh dalam pekerjaan.
  8. Aktivitas (activity), yaitu tingkat aktivitas melakukan pekerjaan setiap
    waktu.
  9. Kemajuan (advancement), yaitu kesempatan untuk mendapatkan kemajuan
    dalam bekerja atau promosi.
  10. Otoritas (authority), yaitu kesempatan untuk mengatur/memimpin orang
    lain.
  11. Independensi (independence), yaitu kesempatan untuk bekerja sendiri
    dalam menyelesaikan tugas.
  12. Kreativitas (creativity), yaitu kesempatan untuk mencoba metode sendiri
    dalam menyelesaikan tugas.
  13. Tanggung jawab (responsibility), yaitu kesempatan untuk menggunakan
    keputusan sendiri.
  14. Layanan sosial (social service), yaitu kesempatan untuk
    membantu/menolong orang lain.
  15. Variasi atau ragam (variety), yaitu kesempatan untuk melakukan sesuatu
    yang berbeda dari waktu ke waktu.
  16. Status sosial (social status), yaitu kesempatan untuk menjadi seseorang
    yang berarti di lingkungan sosial.
  17. Nilai moral (moral values), yaitu melakukan hal-hal yang tidak
    bertentangan debgan hati nurani.
  18. Kebijakan perusahaan (company policies), yaitu tingkat kepuasan karyawan
    terhadap kebijakan perusahaan.
  19. Kompensasi (compensation), yaitu tingkat upah atau gaji yang diterima
    sesuai dengan pekerjaannya.
  20. Rekan kerja (co-workers), yaitu tingkat hubungan atau interaksi sesama
    rekan kerja.
  21. Keamanan (security), yaitu tingkat jaminan terhadap kelangsungan
    pekerjaannya.
  22. Pengakuan (recognition), yaitu tingkat pengakuan yang diterima atas hasil
    kerja yang dicapai.
  23. Pengawasan (supervision – human relations), yaitu bagaimana atasan
    menangani atau mengatur para karyawan.
  24. Pengawasan teknis (supervisian – technical), yaitu tingkat wewenang
    pimpinan dalam mengambil keputusan.
  25. Kondisi kerja (working conditions), yaitu bagaimana kondisi lingkungan
    pekerjaan karyawan.