Dalam penelitian ini sustainability report diukur dengan variable ekonomi
yang terdiri dari Kinerja Ekonomi, Keberadaan di Pasar, Dampak Ekonomi Tidak
Langsung dan Praktik Pengadaan. Kinerja Ekonomi merupakan nilai ekonomi
langsung yang dihasilkan dan didistribusikan, implikasi finansial dan risiko serta
peluang lainnya kepada kegiatan organisasi karena perubahan iklim, cakupan
kewajiban organisasi atas program imbalan pasti, dan bantuan finansial yang
diterima dari pemerintah. Keberadaan dipasar merupakan rasio upah standar
pegawai pemula (entry level), dan perbandingan manajemen senior yang
dipekerjakan dari masyarakat lokal di lokasi operasi yang signifikan. Dampak
ekonomi tidak langsung merupakan pembangunan dan dampak dari investasi
infrastruktur dan jasa yang diberikan, dan dampak ekonomi tidak langsung yang
signifikan, termasuk besarnya dampak. Terakhir, praktik pengadaan merupakan
perbandingan pembelian dari pemasok lokal di lokasi operasional yang signifikan
(www.globalreporting.org).
Bukti empiris mengenai pengaruh sustainability report dimensi ekonomi
terhadap kinerja keuangan perusahaan telah dilakukan oleh beberapa peneliti
sebelumnya. Penelitian Burhan dan Rahmanti (2009) menguji pengungkapan
sustainability report dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial terhadap ROA
(kinerja keuangan) namun hasilnya pengungkapan dimensi ekonomi tidak
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Hasil yang sama ditemukan oleh Tarigan dan Semuel (2014) menguji
pengungkapan sustainability report dan kinerja keuangan dengan membagi dimensi
sustainability reporting menjadi tiga, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Hasil
penelitian tersebut tidak terdapat pengaruh pengungkapan sustainability report
dimensi ekonomi (EC) dengan kinerja keuangan. Sampel penelitian tersebut adalah
perusahaan manufaktur, tambang dan jasa dengan menggunakan analisis varian
(ANOVA), korelasi dan regresi linier berganda
