Profitabilitas merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Brigham dan Houston (dalam
Mardi, 2008) menyatakan bahwa profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian
kebijakan dan keputusan dalam perusahaan. Setiap perusahaan yang didirikan, tentu
diorientasikan untuk mendapatkan laba dengan tidak mengorbankan kepentingan
pelanggan untuk mendapatkan kepuasan.
Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan
kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan
apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan
datang. Dengan demikian setiap badan usaha akan selalu berusaha meningkatkan
profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu badan usaha
maka kelangsungan badan usaha tersebut lebih terjamin.
Semakin meningkatnya profitabilitas perusahaan, maka tanggung jawab
sosialnya juga meningkat. Jati (dalam Suryono dan Prastiwi (2011) menyatakan
bahwa profitabilitas merupakan kebebasan dan fleksibilitas yang diberikan kepada
manajemen untuk melakukan dan mengungkapkan tanggung jawab sosial secara
luas kepada pemegang saham, sehingga semakin tinggi tingkat profitabilitas maka
akan semakin tinggi pula luas pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.
Profitabilitas perusahaan merupakan salah satu dasar penilaian kondisi suatu
perusahaan, untuk itu dibutuhkan suatu alat analisis untuk bisa menilainya. Alat
analisis yang dimaksud adalah rasio – rasio keuangan. Rasio profitabilitas mengukur
efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang diperoleh dari
penjualan dan investasi, dimana hal ini dapat mempengaruhi kebijakan – kebijakan
yang diambil oleh perusahaan.
Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan
perbandingan antara berbagai komponen yang ada di laporan keuangan.
Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode operasi. Tujuannya adalah
agar terlihat perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik
penurunan atau kenaikan, sekaligus mencari penyebab perubahan tersebut. Hasil
pengukuran tersebut dapat dijadikan alat evaluasi kinerja manajemen perusahaan
selama periode tertentu, sehingga rasio profitabilitas ini sering disebut sebagai salah
satu alat ukur kinerja manajemen.
