Ada dua model pengembangan blended learning. Oleh Semler (Suhartono,
2017: 181) disebutkan bahwa Blended learning dapat diaplikasikan ke dalam dua
model pembelajaran, yaitu:
a. Model offline kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka
dengan peningkatan atau penambahan media pembelajaran yang telah
diunduh sebelumnya dari internet seperti video, gambar, dan informasi lain
yang sesuai dengan materi yang sedang dibelajari (offline). Guru
melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan media online yang telah
diunduh sebelumnya.
b. Model campuran (hybrid learning) model ini langsung tersambung dengan
internet secara “online” Model ini memadukan pembelajaran tatap muka di
kelas dengan pembelajaran secara online atau terlambung langsung internet
(online) Dari kedua model di atas memberikan gambaran kepada semua
guru sekolah dasar bahwa blended learning dapat digunaken di sekolah
dasar. Jika para siswanya sudah terbiasa mengakses internet maka dapat
digunakan model kedua, yaitu model online (hybrid learning). Sebaliknya
jika para siswanya belum terbiasa mengakses internet, maka guru dapat
menggunakan model pertama, yaitu model off-line
