Teori Informasi dan Pasar (1)

Asimetri informasi

Asimetri informasi terjadi ketika satu pihak dalam transaksi memiliki informasi yang lebih lengkap dibandingkan pihak lain. Dalam perusahaan, manajer biasanya mengetahui lebih banyak mengenai prospek usaha, risiko proyek, kualitas aset, dan kondisi operasional daripada investor atau kreditor eksternal.

Asimetri informasi memengaruhi keputusan pendanaan, kebijakan dividen, dan respons pasar terhadap informasi perusahaan. Misalnya, ketika perusahaan menerbitkan saham baru, investor dapat menafsirkan bahwa manajemen menilai saham perusahaan sedang overvalued. Akibatnya, pengumuman penerbitan saham dapat memunculkan reaksi pasar yang negatif (Myers & Majluf, 1984).

Untuk mengurangi asimetri informasi, perusahaan perlu menyajikan laporan keuangan berkualitas, memberikan pengungkapan yang transparan, menerapkan audit independen, mengomunikasikan strategi secara kredibel, dan menjaga konsistensi antara informasi yang disampaikan dengan realisasi kinerja.