Karakteristik Komunikasi


Richard L. Weaver II dalam (Amri, dkk 2022 hal :70) mengemukakan
karakteristik-karakteristik komunikasi yaitu:

  1. Melibatkan paling sedikit dua orang
    Komunikasi antarpribadi melibatkan paling sedikit dua orang. Menurut
    Weaver, apabila kita mendefinisikan komunikasi antarpribadi dalam arti
    jumlah orang yang terlibat, haruslah diingat bahwa komunikasi antarpribadi
    sebetulnya terjadi antara dua orang yang merupakan bagian dari kelompok
    yang lebih besar. Apabila dua orang dalam kelompok yang lebih besar sepakat
    mengenai hal tertentu atau sesuatu, maka kedua orang itu nyata-nyata terlibat
    dalam komunikasi antarpribadi;
  2. Adanya umpan balik atau feedback
    Komunikasi antarpribadi melibatkan umpan balik. Umpan balik merupakan
    pesan yang dikirim kembali oleh penerima kepada pembicara. Dalam
    komunikasi antarpribadi hamper selalu melibatkan umpan balik langsung.
    Sering kali bersifat segera, nyata, dan berkesinambungan;
  3. Tidak harus tatap muka
    Komunikasi antarpribadi tidak harus tatap muka. Bagi komunikasi
    antarpribadi, yang sudah terbentuk, adanya saling pengertian antara dua
    individu, kehadiran fisik tidak terlalu penting. Misalnya, interaksi antara dua
    rekan kerja, bisa melalui telepon, e-mail, dan media lainnya. Namunmenurut
    Weaver bentuk ideal suatu komunikasi tetap dengan adanya kehadiran secara
    fisik dalam berinteraksi secara antarpribadi, walaupun tanpa kehadiran fisik
    masih dimungkinkan;
  4. Menghasilkan beberapa pengaruh atau effect
    Untuk dianggap sebagai komunikasi antarpribadi yang benar, maka sebuah
    pesan harus menghasilkan atau memiliki efek atau pengaruh. Efek atau
    pengaruh itu tidak harus segera dan nyata, tetapi harus terjadi;
  5. Pesan dikirim dan diterima dalam bentuk verbal maupun nonverbal
    Untuk meningkatkan keefektifan komunikasi antarpribadi, peserta
    komunikasi berupaya saling meyakinkan dengan mengoptimalkan penggunaan
    pesan verbal maupun nonverbal secara bersamaan, saling mengisi, saling
    memperkuat sesuai tujuan.