Country of Origin Effect


Konesp country of origin effect telah menjadi isu yang cukup penting
dalam penelitian pada pasar internasional selama 50 tahun terakhir. Dalam
membuat keputusan pembelian, seorang konsumen didasari oleh proses sistematis
dari evaluasi dan integrasi dari informasi atau isyarat sebuah produk. Isyarat yang
dimaksud merupakan keseluruhan informasi yang tersedia bagi konsumen
sebelum melakukan pembelian (Shirin, Kambiz. 2011). Country of origin effect
didefinisikan sebagai situasi dimana penilaian konsumen berubah mengikuti
asosiasi antara produk, layanan, merek dan tempat (Andehn, Nordin, Nilsson.
2016). Dalam melakukan penilaian pada suatu kategori produk tertentu, pada
umumnya konsumen terpengaruh dengan suatu tempat atau negara tertentu.
Sebagai contoh, konsumen menganggap mobil yang diproduksi oleh Jerman
memiliki fitur dan nilai yang tidak perlu dipertanyakan, kopi yang berasal dari
Colombia memiliki kualitas yang baik, parfum dari Prancis memiliki wangi yang
mewah, dan lain sebagainya. Country of origin dapat mempengaruhi penilaian
konsumen melalui proses kognitif, afektif, dan konatif. Dalam proses kognitif,
country of origin dapat mendistraksi dan menggiring konsumen pada sebuah
informasi untuk menciptakan persepsi tertentu akan sebuah produk maupun
merek. Dalam proses afektif, country of origin dapat berperan sebagai salah satu
faktor yang membangkitkan perasaaan emosional konsumen terhadap suatu
produk mupun merek tertentu. Selanjutnya, proses konatif merupakan langkah
yang diambil oleh konsumen untuk melakukan pembelian pada sebuah produk
maupun merek tertentu setelah mendapat pengaruh dari country of origin pada
kedua proses sebelumnya (Bloemer, Brijs, Kasper. 2007)