Aspek persepsi harga menurut Lichstentein et,al, (1993) terdapat enam ciri
yang menjadi ukuran dari persepsi harga yaitu:
- Price Quality Association (Asosiasi Kualitas dengan harga)
Pandangan seorang konsumen terhadap harga suatu produk yang
berhubungan dengan tingkat kualitas sebuah produk. Seorang konsumen
dengan pandangan seperti ini akan melihat harga yang tinggi sebagai
bentuk yang positif dan seorang konsumen dengan pandangan seperti ini
lebih senang mencari harga dari suatu produk yang cenderung memiiki
harga tinggi - Prestige Sensitivity (Sensitivitas prestise)
Pandangan seorang konsumen terkait dengan sensitivitas terhadap sebuah
perasaan yang menonjol, gengsi dan berstatus yang tinggi dimana harga
yang tinggi menunjukan status sosial tertentu bagi para pembelinya.
(membeli harga yang tinggi untuk mendapatkan kesan dan melihat harga
berdasarkan gengsi) - Price Consciousness ( Kesadaran Harga )
Pandangan seorang konsumen yang lebih berfokus untuk membayar sebuah
produk dengan harga yang lebih rendah - Value Consciousness (Kesadaran Nilai)
Pandangan seorang konsumen terhadap suatu produk dengan harga yang
rendah dan memiliki beberapa persyaratan mengenai nilai, kualitas sebuah
produk dan manfaat produk untuk seorang konsumen - Price Mavenism (Sumber Informasi Harga)
Pandangan seorang konsumen mengenai sejauh mana seseorang menjadi
sumber informasi terkait dengan harga dan tempat berbelanja, melalui
bentuk diskusi dengan konsumen yang laiinya - Sale Proneness (Kecenderungan terhadap sebuah diskon )
pandangan seorang konsumen untuk lebih tertarik dengan suatu harga
terhadap sebuah produk yang ditampilkan dengan cara membandingkan
harga suatu produk ( harga asli dan harga diskon )
