Jenis-jenis Audit


Dalam melaksanakan pemeriksaan, ada beberapa jenis audit yang
dilakukan oleh para auditor sesuai dengan tujuan pelaksanaan pemeriksaan.
Menurut Agoes (2016:11) Ditinjau dari jenis pemeriksaan, audit biasa dibedakan
atas:

  1. Management Audit (Operational Audit)
    Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk
    kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh
    manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah
    dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis. Pengertian efisien disini
    adalah, dengan biaya tertentu dapat mencapai hasil atau manfaat yang
    telah ditetapkan atau berdaya guna. Efektif adalah dapat mencapai tujuan
    atau sasaran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan atau berhasil/dapat
    bermanfaat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ekonomis adalah
    dengan pengorbanan yang serendah-rendahnya dapat mencapai hasil yang
    optimal atau dilaksanakan secara hemat.
  2. Pemeriksaan Ketaatan (Compliance Audit)
    Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah
    mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik
    yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan (manajemen,dewan
    komisaris) maupun pihak eksternal (Pemerintah, Bapepam, Bank
    Indonesia, Direktorat Jendral Pajak, dan lain-lain). Pemeriksaan bisa
    dilakukan oleh KAP maupun bagian internal audit.
  3. Pemeriksaan Intern (Internal Audit)
    Pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan, baik
    terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun
    ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
    Pemeriksaan umum yang dilakukan internal auditor biasanya lebih rinci
    dibandingkan dengan pemeriksaan umum yang dilakukan oleh KAP.
    Internal auditor biasanya tidak memberikan opini terhadap kewajaran
    laporan keuangan, karena pihak-pihak diluar perusahaan menganggap
    bahwa internal auditor, yang merupakan orang dalam perusahaan, tidak
    independen. Laporan internal auditor berisi temuan pemeriksaan (audit
    finding) mengenai penyimpangan dan kecurangan yang ditemukan,
    kelemahan pengendalian intern, beserta saran-saran perbaikannya
    (recommendations).
  4. Computer Audit
    Pemeriksaan oleh KAP terhadap perusahaan yang memproses data
    akuntansinya dengan menggunakan Electronic Data Processing (EDP)
    sistem.
    Berdasarkan pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa jenis-jenis
    audit dapat dibedakan menjadi: manajemen audit, pemeriksaan ketaatan,
    pemeriksaan intern dan computer audit yaitu merupakan pemeriksaan yang
    dilakukan oleh menejemen terhadap ketaatan karyawan, peraturan dan kebijakan
    baik dari dalam perusahaan itu sendiri maupun dari KAP yang berupa kebijakan
    akuntansi dan kebijakan operasional sebagai penentuan efektif dan efisien suatu
    kegiatan operasi suatu perusahaan