Pecking Order Theory


Merupakan teori dimana entitas akan menjalankan kebijakan tersebut
dalam memperoleh dana tambahan dengan melakukan penjualan barang
atau aset entitas yang berupa gedung, tanah, dan aset-aset tetap lain yang
dapat mengakibatkan kekurangan aset yang dapat dipakai.
Adapun solusi untuk mengurangi resiko penerapan kebijakan tersebut,
yakni:
a) Sesuai skala prioritas, yaitu hanya menjual aset-aset yang kurang
digunakan dan yang memiliki nilai atau value sesuai dengan dana
atau uang yang dibutuhkan.
b) Menerapkan prinsip hati-hati, dimana manajemen perlu melakukan
pertimbangan yang sangat matang sebelum memutuskan untuk
menjalankan kebijakan tersebut.
c) Melakukan pengawasan ketat setelah keputusan sudah ditetapkan
dan menjalaninya dengan benar.
Terdapat rasio untuk menganalisis struktur modal suatu entitas (Fahmi,
2018:187), berikut rasio yang dikemukakan oleh Smith, Skousen, Stice and Stice
yakni:

  1. Debt to Equity Ratio (DER)
    Ialah rasio yang berfungsi dalam mengetahui nilai penggunaan
    kewajiban entitas dalam aktivitas operasional keuangan.
  2. Book Value Per Share (BVPS)
    Definisi BVPS atau dengan nama lain nilai buku per saham yaitu rasio
    yang digunakan dalam pengukuran nilai ekuitas dari setiap lembar
    common stock entitas.
    DER=Total Kewajiban
    Ekuitas Perusahaan
    BVPS=Ekuitas shareholders biasa
    Jumlah common stock beredar

    Dari bentuk rumus di atas dapat diketahui data-data yang diperlukan dalam
    memperoleh nilai atau angka dalam rumus yakni neraca suatu entitas yang telah
    diterbitkan di Bursa Efek Indonesia