Studi Peristiwa (Event Study)


Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi
pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan
sebagai suatu pengumuman. Studi peristiwa dapat digunakan untuk menguji
kandungan informasi dari suatu pengumuman dalam hal ini right issue yang
berupa reaksi dan dapat digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk
setengah kuat.
Pengumuman right issue mengandung informasi bila pasar akan bereaksi
pada waktu pengumuman tersebut diterima. Reaksi pasar ditunjukkan dengan
adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur
dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan
abnormal return. Tiga hipotesis yang muncul dari prilaku return atau harga
saham disekitar tanggal pengumuman right issue yaitu (Rahayu, 2010) :

  1. Hipotesis Price Pressure
    Dalam hipotesis ini diasumsikan bahwa dengan adanya sinyal
    informasi right issue, harga saham akan jatuh secara permanen untuk
    jangka waktu tertentu setelah pengumuman, karena investor menyerap
    informasi yang buruk dari sinyal tersebut. Setelah jangka waktu tertentu,
    harga saham akan cenderung naik ke posisi semula.
  2. Hipotesis Kandungan Informasi
    Dalam hipotesis ini diasumsikan bahwa informasi right issue
    mempunyai kandungan informasi yang dapat mempengaruhi preferensi
    investor dalam pengambilan keputusan investasi, maka semestinya
    terjadi perbedaan dalam harga saham sebelum dan sesudah pengumuman.
    Jika kandungan informasi right issue direspon negative maka akan
    menyebabkan perbedaan dalam harga atau return saham sebelum dan
    sesudah pengumuman yang menunjukkan perbedaan negative dan juga
    sebaliknya.
  3. Hipotesis Short Selling
    Hipotesis ini mengasumsikan bahwa harga saham akan turun
    dengan segera sebelum hari pengumuman karena para spekulator
    berusaha untuk menaikkan penjualan saham secara besar-besaran karena
    mereka percaya bahwa harga saham setelah pengumuman akan turun,
    sehingga reaksi mereka akan menekan harga saham untuk turun sebelum
    pengumuman. Disamping itu juga diasumsikan bahwa penurunan harga
    tersebut bersifat temporer.