Analisis Data Kualitatif

Analisis data kualitatif adalah “proses untuk menata, menyusun, dan memaknai data yang terkumpul” [5]. Proses tersebut bukanlah tugas yang mudah. ​​Proses tersebut tidak teratur, sulit, dan memakan waktu, meskipun merupakan metode yang inovatif dan menarik. Analisis data kualitatif sebenarnya adalah proses untuk mencari hubungan antara kategori dan tema data dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap fenomena tersebut. Jadi, daripada bersikap ketat dan berbasis prosedur, peneliti dituntut untuk bersikap waspada, fleksibel, dan berinteraksi secara positif dengan data yang dikumpulkan [6]. Karena data kualitatif berbasis teks, landasan utama analisis data ini adalah proses pengkodean. Kode menurut [7] adalah “tag atau label untuk menetapkan unit makna pada informasi deskriptif atau inferensial yang dikumpulkan selama penelitian”. Kode sering kali melekat pada potongan kata, frasa, kalimat, atau seluruh paragraf. Pengkodean melibatkan pencarian kata atau frasa terkait yang disebutkan oleh narasumber atau dalam dokumen. Kata-kata atau frasa tersebut kemudian digabungkan untuk mewujudkan hubungan di antara keduanya. Secara konvensional, pengodean dilakukan dengan tangan, menggunakan pena berwarna untuk menyortir, kemudian memotong dan mengkategorikan data tersebut. Dalam beberapa kasus, peneliti akan memfotokopi setiap transkrip pada kertas berwarna berbeda (misalnya, narasumber 1 pada kertas merah, narasumber 2 pada kertas biru, dst.) dan kemudian frasa yang relevan dipotong dari naskah menggunakan gunting dan disusun menjadi beberapa tumpukan. Atau, peneliti dapat menggunakan fungsi penyorotan pada pengolah kata untuk menyorot teks yang diminatinya, sekali lagi dengan warna berbeda untuk setiap narasumber, kemudian menyatukannya dalam berkas elektronik [5], [7]. Tugas ini dalam sebagian besar kasus sebenarnya merupakan proses yang membingungkan, tidak jelas, dan memakan waktu.