Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara siswa dengan
lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.
Pembelajaran juga merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan
oleh pihak guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik
atau siswa. Dalam pembelajaran ini, tugas guru yang paling utama adalah
mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi
peserta didik.
Asep Jihad (2013:11) mengatakan bahwa “Pembelajaran adalah suatu
proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu: belajar tertuju kepada apa
yang harus dilakukan oleh siswa, mengajar beriorientasi pada apa yang harus
dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran”.
Menurut Usman dalam Asep Jihad dan Abdul Haris(2013:11),
mengemukakan bahwa: “Pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan secara
keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Pembelajaran
merupakan suatu proses yang mengandung serangkai perbuatan guru dan siswa
atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu”.
Winkel dalam H.Asis Saefuddin, (2015:9) “Pembelajaran merupakan
seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta
didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan
terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung didalam peserta
didik”.
Berdasarkan pengertian pembelajaran diatas, dapat dinyatakan bahwa
pembelajaran adalah proses transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa dan
proses kegiatan, yaitu terjadi interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa
dengan siswa atau proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak
guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa.
