Faktor yang mempengaruhi whistleblowing adalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan keyakinan individu atas kemampuan yang dimilikinya. Seseorang yang mempunyai efikasi diri tinggi dapat menggunakan potensi yang ada pada dirinya secara maksimal. Begitu juga dengan auditor. Saat menghadapi dilema auditor mungkin akan menghadapi tekanan, ancaman-ancaman, serta teror yang ditujukan pada dirinya. Bagi auditor yang tidak percaya pada kemampuan dirinya, dia akan menganggap bahwa hal tersebut merupakan kesulitan yang harus dihindari.Auditor yang mempunyai efikasi diri tinggi justru akan menganggap bahwa kesulitan yang dihadapi merupakan tantangan yang harus dihadapi, dan dia yakin bahwa dia mampu menghadapi serta sehingga tidak akan menghindar.
Penelitian yang dilakukan oleh Hidayati & Pustikaningsih (2016) membuktikan bahwa self efficacy (efikasi diri) berpengaruh positif terhadap intensi whisleblowing. Dari pemaparan diatas, peneliti berpendapat bahwa efikasi diri berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing.
