Manfaat Sustainability Report


Menurut World Business Council for Sustainable Developmen (WBCSD),
manfaat yang didapat dari pengungkapan sustainability report antara lain :

  1. Memberikan informasi kepada stakeholder pemegang saham, anggota
    komunitas lokal, pemerintah) sehingga meningkatkan prospek
    perusahaan dan membantu mewujudkan transparansi.
  2. Membantu membangun reputasi sebagai alat yang memberikan
    kontribusi untuk meningkatkan brand value, market share, dan costumer
    loyality jangka panjang.
  3. Menjadi cerminan bagaimana perusahaan mengelola risikonya.
  4. Digunakan sebagai stimulasi leadership thinking dan performance yang
    didukung dengan semangat kompetisi.
  5. Mengembangkan dan memfasilitasi pengimplementasian dari sistem
    manajemen yang lebih baik dalam mengelola dampak lingkungan,
    ekonomi, dan sosial.
  6. Mencerminkan secara langsung kemampuan dan kesiapan perusahaan
    untuk memenuhi keinginan pemegang saham untuk jangka panjang.
  7. Membantu membangun ketertarikan para pemegang saham dengan visi
    jangka panjang dan membantu mendemonstrasikan bagaimana
    meningkatkan nilai perusahaan yang terkait dengan isu sosial dan
    lingkungan.
    Adapun pengungkapan standar dalam Sustainability Report menurut Global
    Reporting Initiative (2013 : 24-80) terdiri dari : Standar Pengungkapan Umum dan
    Standar Pengungkapan Khusus.
    Standar Pengungkapan Umum terdiri dari :
    Strategi dan Analisis
    Pengungkapan Standar berikut ini memberikan gambaran
    strategis umum tentang keberlanjutan organisasi, untuk
    memberikan konteks pada bagian laporan selanjutnya yang lebih
    detail dibandingkan bagian-bagian dalam pedoman. Strategi dan
    analisi dapat diambil dari informasi yang ada pada bagian lain
    dalam laporan, namun sebenarnya dimaksudkan untuk
    memberikan wawasan tentang topik strategi bukan sekedar
    ringkasan konten laporan.
    Profil Organisasi
    Pengungkapan standar ini merupakan gambaran keseluruhan
    mengenai karakteristik organisasi, untuk memberikan konteks
    bagi rincian-rincian dalam laporan dibandingkan dengan bagian-
    bagian yang ada dalam pedoman.
    Aspek Material dan Boundary Teridentifikasi
    Pengungkapan Standar ini memberikan gambaran keseluruhan
    tentang proses yang telah diikuti oleh organisasi untuk
    menentukan konten Laporan, Aspek Material dan Boundary
    Teridentifikasi, serta pernyataan ulang.
    Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
    Pengungkapan Standar tersebut merupakan gambaran
    keseluruhan tentang hubungan dengan pemangku kepentingan
    organisasi selama periode pelaporan. Pengungkapan Standar ini
    tidak hanya terbatas pada keterlibatan yang dilakukan untuk
    tujuan penyusunan laporan.
    Profil Perusahaan
    Pengungkapan Standar ini menyajikan gambaran keseluruhan
    tentang informasi dasar mengenai laporan. Indeks Konten GRI,
    dan pendekatan untuk memperoleh assurance eksternal.
    Tata Kelola
    Pengungkapan Standar ini memberikan gambaran keseluruhan
    tentang :
    a. Struktur tata kelola dan komposisinya
    b. Peran badan tata kelola tertinggi dalam menetapkan tujuan,
    nilai, dan strategi organisasi.
    c. Kompetensi dan evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
    d. Peran badan tata kelola tertinggi dalam manajemen risiko
    e. Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan
    keberlanjutan
    f. Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengevaluasi kinerja
    ekonomi, lingkungan dan sosial
    g. Remunerasi dan insentif

    Etika dan Integritas
    Pengungkapan Standar ini merupakan gambaran keseluruhan
    tentang :
    a. Nilai, prinsip, standar, dan norma di organisasi
    b. Mekanisme internal dan eksternal untuk melaporkan
    permasalahan tentang perilaku yang tidak etis atau
    melanggar hukum dan masalah integritas.
    Standar Pengungkapan Khusus, terdiri dari:
    Ekonomi
    Dimensi keberlanjutan ekonomi berkaitan dengan dampak
    organisasi terhadap keadaan ekonomi bagi pemangku
    kepentingannya, dan terhadap system ekonomi di tingkat lokal,
    nasional, dan global. Kategori ekonomi menggambarkan arus
    modal di antara pemangku kepentingan yang berbeda, dan
    dampak ekonomi utama dari organisasi di seluruh lapisan
    masyarakat.
    Lingkungan
    Dimensi keberlanjutan lingkungan berkaitan dengan dampak
    organisasi pada sistem alam yang hidup dan tidak hidup,
    termasuk tanah, udara, air, dan ekosistem. Kategori Lingkungan
    meliputi dampak yang terkait dengan input (seperti energi dan
    air) dan output (seperti emisi, efluen dan limbah). Termasuk juga
    keanekaragaman hayati transportasi, dan dampak yang berkaitan
    dengan produk dan jasa, serta kepatuhan dan biaya lingkungan.
    Sosial
    Dimensi keberlanjutan sosial membahas dampak yang dimiliki
    organisasi terhadap sistem sosial di mana organisasi beroperasi
    Kategori Sosial berisi sub-Kategori:
    a. Praktik Ketenagakerjaan dan Kenyamanan Bekerja
    b. Hak Asasi Manusia
    c. Masyarakat
    d. Tanggug Jawab atas Produk
    Nilai dari proses laporan keberlanjutan adalah memastikan organisasi
    mempertimbangkan dampak perusahaan terhadap isu-isu keberlanjutan, dan
    memungkinkan perusahaan untuk menjadi transparan tentang resiko dan peluang
    yang akan perusahaan hadapi. Para pemangku kepentingan (stakeholders) juga
    memainkan peran penting dalam mengidentifikasi risiko-risiko ini dan peluang
    untuk organisasi, terutama non-keuangan. Transparansi yang semakin baik
    menyababkan pengambilan keputusan yang lebih baik, yang membantu
    membangun dan menjaga kepercayaan dalam bisnis dan pemerintah.
    Sustainability report juga digunakan oleh institusi pemerintah misalnya
    kementerian lingkungan untuk membuat penilaian atas kinerja perusahaan terhadap
    lingkungan dalam setiap pelaporan organisasi. Seperti halnya di Indonesia,
    peraturan dalam pengungkapan sustainability report dapat ditemukan dalam aturan
    yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK (saat ini OJK) dan Undang-undang No. 40
    tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pengungkapan sustainability report dalam
    aturan yang telah ditetapkan berupa laporan yang berdiri sendiri, meskipun masih
    banyak pengimplementasian sustainability report yang diungkapkan bersamaan
    dengan laporan tahunan suatu perusahaan (Gunawan, 2010 dalam Kurnawati,
    2017).
    Untuk memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang telah
    menyelenggarakan laporan keberlanjutan (sustainability report), baik yang
    diterbitkan secara terpisah maupun terintegrasi dalam laporan tahunan
    (annualreport). Pada tahun 2005 Ikatan Akuntan Indonesia dan National Centre
    For Sustainability Reporting (NCSR), yang beranggotakan Indonesian Netherlands
    Association (INA), Forum For Corporate Governance in Indonesia (FCGI),
    Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Asosiasi Emiten Indonesia
    (AEI) mengadakan sebuah event penghargaan Indonesia Sustainability Reporting
    Award (ISRA). ISRA adalah Penghargaan yang diberikan kepada perusahaan –
    perusahaan yang telah membuat pelaporan atas kegiatan yang menyangkut aspek
    lingkungan dan sosial disamping aspek ekonomi untuk memelihara keberlanjutan
    (sustainability) perusahaan itu sendiri, dengan indikator penelitian yang meliputi
    kelengkapan (40%), kredibilitas (35%), dan komunikasi (25%). Dengan
    diadakannya ISRA diharapkan mampu untuk memotivasi perusahaan – perusahaan
    untuk menerapkan Sustainability Reporting, sebagai bentuk pelaporan pertanggung
    jawaban sosial perusahaan sehingga dapat berbentuk good corporate governance