Harsono & Ary (2020), likuiditas adalah kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi. Rasio
likuiditas dapat melihat kemampuan pada suatu perusahaan dalam memenuhi
hutang (kewajiban) perusahaan pada saat ditagih. Menurut Kasmir (2016)
perhitungan rasio likuiditas ini cukup memberikan manfaat bagi berbagai
pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan baik pihak dalam maupun
pihak luar perusahaan. Oleh karena itu, perhitungan rasio likuiditas tidak
hanya berguna bagi perusahaan, namun juga bagi pihak luar perusahaan.
Menurut Kasmir (2016) rasio likuiditas dapat mengetahui hal-hal yang
spesifik yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajibannya. Dalam sebuah perusahaan tingkat likuiditas biasanya dapat
dijadikan sebagai salah satu indikator dalam pengambilan sebuah keputusan.
Tingginya nilai likuiditas sebuah perusahaan menunjukkan kemampuan
sebuah perusahaan yang tinggi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Perusahaan harus memperhatikan likuiditas karena jika perusahaan ditagih
untuk membayar hutang jangka pendek, kegiatan operasional suatu
perusahaan tidak terganggu. Likuditas dapat diukur dengan:
13
- Current Ratio (CR)
Current ratio merupakan rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan
membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo
pada saat ditagih ((Armalinda, 2021). - Acid Ratio
acid ratio adalah rasio yang digunakan untuk memperlihatkan aktiva lancar
yang paling likuid untuk melunasi kewajiban jangka pendek, karena
memperbandingkan aktiva lancar yang dikurangi persediaan dengan jumlah
hutang jangka pendek (Dirmansyah, 2022).
Dalam penelitian ini menggunakan Current Ratio sebagai alat ukur
likuiditas, Current ratio merupakan rasio lancarmengukur kemampuan
perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh
tempo pada saat ditagih. Dengan kata lain seberapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo
(Armalinda, 2021)