Afandi (2018) komunikasi adalah suatu proses penyampaian
pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan
berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai
panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, baik
langsung secara tatap muka maupun tidak langsung melalui media,
dengan tujuan mengubah sikap, pandangan atau perilaku.
Wibowo (2017) komunikasi adalah proses penyampaian
informasi dari suatu pihak individu, kelompok atau organisasi sebagai
sender (pengirim) kepada pihak lain sebagai receiver (penerima)untuk
memahami dan terbuka peluang memberikan respon balik kepada
sender (pengirim). Komunikasi penting dalam suatu organisasi karena
komunikasi merupakan sarana melalui mana orang mengklarifikasiPengaruh
harapan mereka dan mengkoordinasi pekerjaan, yang memungkinkan
mereka mencapai tujuan organisasi dengan lebih efektif dan efisien.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya
pengertian komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari satu
pihak baik individu, kelompok atau organisasi sebagai sender kepada
pihak lain sebagai receiver untuk memahami dan terbuka peluang
memberikan respon balik kepada sender.
b. Faktor yang Memengaruhi Proses Komunikasi
Menurut (Colquitt, Lepine, dan Wesson, 2011) dalam Wibowo
(2017) faktor yang memengaruhi efektivitas proses komunikasi adalah:
1) Communicator Isssues
Communicator perlu encode, dan menginterpretasikan pesan,
dan aktivitas ini bisa menjadi sumber masalah komunikasi.
Interpretasi receiver (penerima) mungkin saja bisa salah, karena
mungkin memiliki kekurangan kompetensi komunikasi.Sendertelah
memilih cara alternatif mengomunikasikan gagasan yang
memerlukan tim bekerja lebih cepat. Receiver yang tidak terampil
dalam listening, menyimak, mungkin salah menginterpretasikan
pesan atau salah semuanya.
2) Noise
Noise atau suara dapat mengganggu dalam penyampaian
pesan dari pengirim kepada penerima.Tentu saja hal ini sangat
tergentung pada kondisi lingkungan kerja dimana komunikasi
terjadi.Pengirim mungkin harus berbicara lebih keras, sedangkan
penerima harus mendengarkan dengan lebih hati-hati.
3) Information Richness
Kekayaan atau kesempurnaan informasi, menunjukkan
jumlah dan kedalaman informasi yang dikirimkan dalam
pesan.Pesan yang dikirimkan melalui saluran tatap muka
mempunyai tingkat kesempurnaan informasi tingkat tinggi, karena
pengirim dapat menyampaikan arti atau makna tidak hanya melalui
kata, tetapi juga bahasa tubuh, ekspresi wajah dan nada suara.Tatap
muka member peluang bagi pengirim dan penerima menerima
umpan balik, yang memungkinkan memverifikasi dan memastikan
pesan mereka diterima dan diinterpretasikan dengan benar.
4) Network Structure
Struktur jaringan menunjukkan pola komunikasi yang terjadi
secara reguler di antara masing-masing anggota tim. Pola jaringan
komunikasi dapat dijelaskan dalam bentuk sentralisasi atau
desentralisasi dimana komunikasi dalam jaringan mengalir melalui
beberapa anggota lainnya. Semakin komunikasi mengalir melalui
lebih sedikit anggota tim, semakin tinggi tingkat sentralisasi
