Keputusan pembelian dalam kerangka teori ini merupakan grand
theory yakni teori paling utama di dalam penelitian ini. Keputusan
pembelian adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan tindakan
konsumen dalam membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginannya (Kotler, 2009). Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-
hari, seorang konsumen harus memilih produk atau jasa yang akan
dikonsumsinya.
Saat seorang konsumen baru akan melakukan suatu pembelian yang
pertama kali terhadap suatu produk, pertimbangan yang akan
mendasarinya akan berbeda dari pembelian yang telah berulang kali
dilakukan. Pertimbangan-pertimbangan inilah yang diolah oleh konsumen
dari sudut pandang ekonomi, hubungannya dengan orang lain sebagai
dampak dari hubungan sosial di masyarakat, hasil Analisa kognitif yang
rasional ataupun lebih kepada ketidakpastian emosi.
Keterlibatan ( involvement ) mengacu pada persepsi konsumen
mengenai pentingnya suatu objek, kejadian atau aktivitas. Konsumen yang
melihat bahwa suatu produk yang memiliki konsekuensi relevan secara
pribadi dikatakan terlibat dengan produk dan memiliki hubungan dengan
produk tersebut. Konsekuensi dengan suatu produk atau merek memiliki
aspek kognitif maupun pengaruh. Secara kognitif, termasuk dalam
keterlibatan adalah pengetahuan akhir tentang konsekuensi penting yang
disebabkan oleh penggunaan produk. Juga termasuk dalam keterlibatan
adalah pengaruh seperti evaluasi produk. Jika keterlibatan suatu produk
tinggi, seseorang akan mengalami tanggapan pengaruh yang lebih kuat
seperti emosi dan perasaan yang kuat. Walaupun pemasar sering
memandang keterlibatan produk konsumen hanya tinggi atau rendah,
namun keterlibatan sebenarnya dapat berkisar dari tingkat rendah (sedikit
atau tidak ada relevansi) ke moderat (ada relevansi yang dirasakan) hingga
ke tingkat tinggi (relevansinya sangat dirasakan).
Keterlibatan tinggi (High Involvement) yaitu konsumen yang
mempunyai keterlibatan tinggi dalam malelakukan pembelian suatu
produk, dimana suatu kondisi dimana konsumen lebih
mempertimbangkan berbagai faktor serta resiko pembelian produknya
lebih tinggi, dan produk-produk yang ditawarkan biasanya harganya
tinggi serta produknya bertahan lama.
Pada umumnya untuk barang-barang high involvement keputusan
pembeliannya tidak dilakukan secara langsung di tempat-tempat penjualan,
biasanya konsumen terlebih dahulu mencari informasi dari berbagai
sumber yang ada, misalnya saja bertanya kepada seseorang yang pernah
membeli barang tersebut, mencari informasi lewat majalah, televisi, atau
internet.
Menurut Mowen dikutip Sunyoto (2013) bahwa tingkat keterlibatan
konsumen dalam suatu pembelian dipengaruhi oleh kepentingan personal
yang dirasakan dan ditimbulkan oleh stimulus. Konsumen akan merasa
terlibat atau tidak terlibat terhadap suatu produk ditentukan oleh apakah
konsumen merasa penting atau tidak dalam pengambilan keputusan
pembelian produk
