Inovasi Produk


Menurut Kotler dan Keller (2009) inovasi adalah produk, jasa, ide, dan
persepsi yang baru dari seseorang. Inovasi adalah produk atau jasa yang
dipersepsikan oleh konsumen sebagai produk atau jasa baru. Secara sederhana,
inovasi dapat diartikan sebagai terobosan yang berkaitan dengan produkproduk baru. Namun Kotler menambahkan bahwa inovasi tidak hanya terbatas
pada pengembangan produk-produk atau jasa-jasa baru. Inovasi juga termasuk
pada pemikiran bisnis baru dan proses baru. Inovasi juga dipandang sebagai
mekanisme perusahaan untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang dinamis.
Oleh sebab itu maka perusahaan diharapkan menciptakan pemikiran-pemikiran
baru, gagasan baru yang menawarkan produk inovatif serta memberikan
pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. Inovasi semakin memiliki arti
penting bukan saja sebagai suatu alat untuk mempertahankan kelangsungan
hidup perusahaan melainkan juga untuk unggul dalam persaingan.
Menurut Setiadi (2010) menyatakan bahwa karakteristik inovasi terdiri
dari 5 hal yaitu:
a. Keunggulan relatif (relatif advantage), pertanyaan terpenting untuk
diajukan dalam mengevaluasi keberhasilan potensial dari suatu produk baru
yaitu, “apakah produk bersangkutan akan dirasa menawarkan keunggulan
yang jauh lebih besar dibandingkan produk yang digantikan?
b. Keserasian/kesesuaian (compatibility), adalah determinan penting dari
penerimaan produk baru. Kesesuaian merujuk pada tingkat dimana produk
konsisten dengan nilai yang sudah ada dan pengalaman masa lalu dari calon
adopter.
c. Kekomplekan (complexity), adalah tingkat dimana inovasi dirasa sulit untuk
dimengerti dan digunakan. Semakin komplek produk bersangkutan,
semakin sulit produk itu memperoleh penerimaan.
d. Ketercobaan (trialability) Merupakan tingkat apakah suatu inovasi dapat
dicoba terlebih dahulu atau harus terikat untuk menggunakannya. Suatu
inovasi dapat diujicobakan pada keadaan sesungguhnya, inovasi pada
umumnya lebih cepat diadopsi. Untuk lebih mempercepat proses adopsi,
maka suatu inovasi harus mampu menunjukkan keunggulannya. Produk
baru lebih mungkin berhasil jika konsumen dapat mencoba atau
bereksperimen dengan ide secara terbatas.
e. Keterlihatan (observability) Tingkat bagaimana hasil penggunaan suatu
inovasi dapat dilihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat
hasil suatu inovasi, semakin besar kemungkinan inovasi diadopsi oleh orang
atau sekelompok orang. Keterlihatan dan kemudahan komunikasi
mencerminkan tingkat di mana hasil dari pemakaian produk baru terlihat
oleh teman dan tetangga.