Secara umum, nilai perusahaan dikaitkan dengan harga pasar saham, laba
bersih per lembar saham, biaya modal (cost of capital), serta aset dan kewajiban,
faktor-faktor tersebut dipertimbangkan berdasarkan kepentingan atau tujuan
pengukuran nilai perusahaan tersebut (Rustendi, 2018: 53).
Nilai perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Price
to Book Value (PBV) yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai
nilai buku saham suatu perusahaan. Price to Book Value (PBV) adalah
perbandingan antara harga saham dengan nilai buku, (Franita, 2018: 7). Dengan
perbandingan tersebut, investor dapat mengetahui langsung sudah berapa kali
market value suatu saham dihargai dari book value-nya. Misalnya, PBV sebesar 2
x, artinya harga saham sudah tumbuh sebesar dua kali lipat dibandingkan
kekayaan bersih suatu perusahaan. Franita (2018: 7-8) menetapkan pengukuran
nilai perusahaan dengan Price to Book Value (PBV) menggunakan rumus sebagai
berikut:
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑡𝑜 𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 =
Harga Pasar per Lembar Saham
Nilai Buku per Lembar Saham
Nilai buku saham dapat dihitung dengan cara:
𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 =
Total Ekuitas
Jumlah Saham Beredar
Fauziah (2017: 3) mengemukakan beberapa keunggulan PBV,
diantaranya:
- Nilai buku mempunyai ukuran yang relatif stabil, yang dapat dibandingkan
dengan harga pasar. - Nilai buku memberikan standar akuntansi yang konsisten untuk semua
perusahaan. PBV dapat dibandingkan antar perusahaan sebagai petunjuk
adanya undervaluation atau overvaluation. - Perusahaan dengan nilai earning negatif tidak dapat dinilai oleh Price
Earning Ratio (PER), dapat dievaluasi menggunakan PBV.
Perusahaan yang berjalan dengan baik, umumnya memiliki rasio price to
book value di atas satu, yang mencerminkan bahwa nilai pasar saham lebih besar
dari nilai bukunya. Sebaliknya, nilai PBV di bawah 1 artinya perusahaan tersebut
telah mengalami masalah dalam kinerja perusahaan atau hal lainnya yang
menyebabkan penurunan nilai perusahaan. Semakin rendah nilai perusahaan maka
semakin rendah pula minat investor untuk menanamkan modalnya (Meindarto dan
Lukiastuti, 2016: 147-148). Price to book value yang tinggi membuat pasar
percaya atas prospek perusahaan ke depan. Price to book value yang tinggi berarti
pasar memberikan harga premium lantaran kinerja yang baik, Kontan.co.id
(2019). Jika harga saham meningkat, perusahaan telah berhasil menciptakan nilai
bagi pemegang saham. Keberhasilan perusahaan menciptakan nilai bagi
pemegang saham akan memberikan harapan kepada pemegang saham berupa
keuntungan yang lebih besar pula (Tamrin dan Maddatuang, 2019: 13).
