Metode Penilaian Prestasi Kerja


Menurut Kurniawan (2018), metode penilaian prestasi kerja ada dua
yaitu:

  1. Metode Penilaian Berorientasi Masa Lalu
    Metode ini mempunyai kelebihan dalam hal perlakuaan terhadap prestasi
    kerja yang telah terjadi yang dapat diukur, sehingga paling tidak karyawan
    mempunyai umpan balik mengenai usaha mereka. Teknik penilaian ini
    mencakup antara lain:
    a. Rating Scale
    Dalam hal ini penilaian subjektif terhadap prestasi kerja karyawan
    dengan skala tertentu dari yang terendah sampai dengan yang tinggi.
    b. Cheklist
    Dalam penilaian ini hanya memiliki pernyataan-pernyataan yang sudah
    tersedia, yang menggambarkan prestasi kerja dan karakter-karakteristik
    karyawan (yang dinilai).
    c. Peristiwa Kritis
    Metode penilaian ini didasarkan pada catatan-catatan dari pimpinan atau
    penilaian karyawan yang bersangkutan.
    d. Metode Peninjauan Lapangan
    Hal ini dapat dilakukan dengan cara supervisi yaitu pimpinan dapat
    melakukan penilaian terhadap kerja para karyawan, sedangkan secara
    sengaja dan terencana yaitu para penilai mendatangi tempat kerja para
    karyawan untuk melakukan penilaian prestasi yang bersangkutan.
    e. Tes Prestasi Kerja
    Metode penilaian ini dilakukan dengan mengadakan tes tertulis kepada
    karyawan yang akan dinilai.
  2. Metode Penilaian Berorientasi Masa Depan
    Metode ini memusatkan prestasi kerja diwaktu yang akan datang melalui
    penilaiaan potensi karyawan atau melalui penetapan sasaran prestasi di
    masa datang, teknik yang digunakan adalah:
    a. Penilaian diri (Self Appraisals)
    Metode penilaian ini menekankan bahwa penilaian prestasi kerja
    karyawan dinilai itu sendiri. Tujuannya yaitu untuk mengembangkan diri
    karyawan dalam rangka pengembangan organisasi.
    b. Penilaian psikologis (Psychological Appraisals)
    Metode penilaian dilakukan dengan mengadakan wawancara mendalam,
    diskusi, atau tes-tes psikologis terhadap karyawan yang akan dinilai.