Free cash flow theory
Free cash flow theory dikemukakan oleh Jensen (1986). Free cash flow adalah arus kas yang tersedia setelah perusahaan memenuhi seluruh kebutuhan investasi yang memiliki nilai kini bersih positif. Apabila perusahaan memiliki kas bebas berlebihan, manajer dapat terdorong untuk melakukan investasi yang tidak produktif, ekspansi berlebihan, akuisisi yang tidak menciptakan sinergi, atau pengeluaran yang meningkatkan kepentingan pribadi.
Teori ini menjelaskan bahwa utang dan dividen dapat berfungsi sebagai alat disiplin. Utang mengharuskan perusahaan membayar bunga dan pokok secara periodik. Dividen mengurangi kas yang berada dalam kendali manajer. Kedua mekanisme tersebut dapat membatasi penggunaan dana pada proyek yang tidak menciptakan nilai.
Namun, penggunaan utang dan dividen tidak dapat diterapkan secara seragam. Perusahaan dengan ketidakpastian pendapatan tinggi memerlukan fleksibilitas kas yang lebih besar. Oleh karena itu, kebijakan disiplin keuangan harus disesuaikan dengan stabilitas arus kas, siklus bisnis, peluang investasi, dan tingkat risiko perusahaan.
