Teori Kebijakan Dividen (3)

Dividend signaling theory

Dividend signaling theory menyatakan bahwa perubahan kebijakan dividen dapat memberikan sinyal kepada investor mengenai prospek laba dan arus kas perusahaan di masa depan. Kenaikan dividen dapat dipersepsikan sebagai sinyal bahwa manajemen yakin perusahaan mampu mempertahankan atau meningkatkan kinerjanya. Sebaliknya, penurunan dividen dapat diinterpretasikan sebagai sinyal adanya penurunan prospek atau tekanan keuangan (Bhattacharya, 1979).

Teori sinyal dividen relevan karena manajer umumnya memiliki informasi lebih baik dibandingkan investor. Namun, sinyal berupa dividen dianggap kredibel apabila perusahaan benar-benar memiliki kemampuan kas untuk mendukung kebijakan tersebut. Perusahaan yang menaikkan dividen tanpa dukungan kinerja keuangan yang memadai dapat mengalami tekanan kas dan penurunan kepercayaan investor pada masa mendatang.

Dalam penelitian empiris, kebijakan dividen sering diukur menggunakan dividend payout ratio atau DPR.

DPR=Dividen per SahamLaba per Saham×100%DPR = \frac{\text{Dividen per Saham}}{\text{Laba per Saham}} \times 100\%DPR=Laba per SahamDividen per Saham​×100%

Rasio tersebut menunjukkan proporsi laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham. Semakin tinggi DPR, semakin besar proporsi laba yang dibagikan; namun, semakin sedikit pula dana internal yang ditahan untuk ekspansi.