Teori Kebijakan Dividen (2)

Bird in the hand theory

Bird in the hand theory dikembangkan oleh Gordon (1963) dan Lintner (1962). Teori ini menyatakan bahwa investor cenderung lebih menyukai dividen saat ini daripada capital gain yang belum pasti pada masa depan. Dividen dianggap sebagai “burung di tangan,” sedangkan capital gain dipandang sebagai “burung di semak” yang lebih tidak pasti.

Menurut teori ini, pembayaran dividen yang stabil dapat menurunkan ketidakpastian investor dan menurunkan tingkat pengembalian yang disyaratkan. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan turun, nilai perusahaan dapat meningkat. Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki arus kas stabil dan laba yang konsisten sering dipandang lebih menarik apabila mampu mempertahankan kebijakan dividen yang dapat diprediksi.

Namun, pandangan ini tidak selalu berlaku untuk seluruh jenis investor. Investor yang berorientasi pertumbuhan mungkin lebih menyukai perusahaan yang menahan laba untuk mendanai proyek dengan tingkat pengembalian tinggi. Oleh sebab itu, kebijakan dividen perlu disesuaikan dengan tahap pertumbuhan perusahaan, peluang investasi, kondisi kas, dan karakteristik basis investornya.