Harga Saham


Keown, Martin, Petty dan Scott mengatakan bahwa target utama suatu
entitas yaitu mengoptimailkan nilai atau harga saham entitas. Ketepatan ketentuan
yang dilakukan manajemen dapat diukur dari efek atau dampaknya terhadap harga
saham entitas. Saham ialah bagian kepemilikan suatu entitas, jadi apabila
seseorang memiliharga yang ki saham suatu entitas berarti dia merupakan salah
satu anggota yang memiliki sebagian entitas tersebut (Saprudin, 2019:20).
Menurut (Narayanti & Gayatri, 2020:531) harga saham adalah harga yang
terdapat dalam bursa efek yang ditetapkan oleh adanya transaksi orang-orang
yang berkaitan pada waktu tertentu. Perubahan nilai pasar dipengaruhi oleh
penawaran dan permintaan pasar.
Menurut (Linanda & Afriyenis, 2018:137) harga saham merupakan harga
untuk orang-orang yang ingin mendapatkan kepemilikan dalam suatu entitas,
fluktuasi nilai saham terjadi dalam setiap hitungan waktu. Adapun pengertian
harga saham berupa suatu cara dalam melakukan penilaian pada entitas, dimana
harga yang tinggi berarti nilai entitas juga tinggi dan sebaliknya harga saham yang
rendah berarti nilai entitas juga rendah (Ainun, 2019:231).
Pandangan lain dari (Wehantouw et al., 2017:2) harga saham merupakan
harga perubahan terakhir dalam satu periode untuk setiap jenis saham dianggap
sebagai sampel dan perubahan harga akan selalu dimonitor oleh para investor.
(Savitri & Oetomo, 2016:6) menyatakan bahwa sebenarnya harga saham berupa
nilai yang perlu dikorbankan orang-orang yang bersedia merelakan dananya untuk
menjadi bagian dari suatu entitas. Kesimpulan yang dapat dikutip peneliti dari
pengertian mengenai harga saham di atas yakni harga untuk memperoleh saham
entitas guna menjadi salah satu pemegang saham yang berarti adanya kepemilikan
dalam suatu entitas. Fluktuasi harga terjadi sebab adanya penawaran dan
permintaan dari individu atau badan yang berhubungan dengan pasar.
Menurut Hermuningsih, terdapat berbagai aspek dalam membedakan jenisjenis saham yakni sebagai berikut (Erri & Dwi, 2018:179):

  1. Dari sisi kesanggupan dalam hal klaim:
    a) Saham biasa, dimana pemegang saham entitias selalu diletakkan di
    akhir ketika pembagian dividen dan ha katas kekayaan jika
    perusahaan dilikuiditas.
    b) Saham preferen, saham ini mempunyai keunikan dari obligasi dan
    saham biasa, dimana pemegang saham akan duluan mendapatkan
    dividend an sebagian harta jika perusahaan dilikuiditas.
  2. Dari metode perpindahan saham:
    a) Saham atas unjuk, yang tidak tertera nama pemilik pada lembaran
    atau bukti pembelian sahamnya agar proses penjualan saham tersebut
    ke pihak lain pada masa akan datang akan lebih sederhana.
    b) Saham atas nama, dimana lembaran saham tertera nama pemilik atau
    pemegang saham tersebut.
  3. Dari sisi kinerja perdagangan:
    a) Saham blue-chip, berupa common stock yang berasal dari entitas
    bernama dengan keuntungan dan pembagian dividen yang stabil.
    b) Income stock, dimana entitasnya dapat memberi dividen dalam
    jumlah dividen yang lebih banyak dari periode sebelumnya.
    c) Growth stock, yaitu saham dari entitas bernama dan penghasilannya
    dapat berkembang besar.
    d) Saham speculative, jenis saham yang entitasnya belum memiliki
    kepastian penghasilan.
    e) Saham counter cyclical, jenis stock yang diefek oleh fluktuasi
    macroeconomics atau sistematik dalam perekonomian secara
    keseluruhan.
    (Linanda & Afriyenis, 2018:137) menjelaskan dua metode untuk melakukan
    analisa serta pemilihan saham, yakni:
  4. Analisis fundamental
    Merupakan metode menganalisis dengan memperhatikan dana
    mengamati beberapa kriteria yang berhubungan dengan makro ekonomi
    entitas. Metode analisis tersebut menggunakan data rill yang berupa
    data-data dalam laporan keuangan seperti nilai laba, imbal hasil, dan
    sebagainya guna memprediksi nilai suatu entitas ke depannya.
  5. Analisis teknikal
    Metode analisis ini dengan cara melakukan pertimbangan pada data
    statistic yang berupa grafik atau gambar pergerakan saham dari periode
    sebelumnya sampai sekarang. Analis yang menganalisis dengan metode
    tersebut yakin bahwa nilai entitas di masa sebelumnya merupakan
    gambaran nilai entitas di masa kedepan