Pengertian Risiko Operasional


Risiko operasional merupakan risiko yang umumnya bersumber dari masalah internal
perusahaan, dimana risiko tersebut terjadi disebabkan oleh lamanya management control
system yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Misalnya risiko operasional pada
komputer yang telah terserang virus, kerusakan maintenance pabrik, kecelakaan kerja,
kesalahan dalam pencatatan pembelian barang dan tidak adanya kesepakatan bahwa barang
yan dibeli dapat ditukar kembali dan sebagainya. Risiko operasional bukanlah hal baru
walaupun disadari merupakan risiko yang paling akhir terdefinisikan dalam Basel II.
Menurut Basel II risiko operasional adalah risiko yang timbul karena kegagalan dari
proses internal, manusia, sistem atau kejadian eksternal.

  1. Risiko kegagalan proses internal
    Risiko yang berkaitan dengan kegagalan proses atau prosedur internal organisasi.
    Contohnya seperti risiko yang diakibatkan kurang lengkapnya dokumentasi, kesalahan
    transaksi, pengawasan yang kurang memadai, pelaporan yang kurang memadai
    sehingga kepatuhan terhadap peraturan internal dan eksternal tidak terpenuhi.
  2. Risiko sumber daya manusia (karyawan)
    Karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan namun juga menjadi sumber risiko
    operasional baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Contoh yang tidak
    disengaja misalnya kesalahan dalam memasukan data dikarenakan kurangnya
    konsentrasi pada saat bekerja, dan yang sengaja misalnya penggelapan kas perusahaan
    yang melibatkan karyawan internal. Hal tersebut mencakup semua elemen organisasi
    seperti sistem pengawasan, prosedur operasional, kualifikasi karyawan yang kurang
    (moral yang tidak baik). Untuk itu risiko sumber daya manusia mengharuskan
    perusahaan mempunyai karyawan yang mempunyai kualifikasi, pengalaman, dan
    integritas yang diperlukan.
  3. Risiko sistem
    Sistem teknologi memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan namun juga
    bisa menjadi sumber risiko baru. Jika perusahaan bergantung pada sistem komputer
    berdampak semakin tinggi risiko yang berkaitan dengan kerusakan komputer.
    Contohnya: kerusakan data, kesalahan program, sistem keamanan yang kurang baik,
    penggunaan teknologi yang belum teruji, dan terlalu mengandalkan model tertentu
    untuk keputusan bisnis.
  4. Risiko eksternal
    Kejadian yang bersumber dari luar organisasi dan di luar pengendalian organisasi itu
    sendiri. Contohnya: perampokan, bencana alam