Profitabilitas


Menurut Kasmir (2015:110) profitabilitas merupakan rasio untuk
menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam
suatu periode tertentu. Menurut Sartono dalam Fatmawati (2017:19)
profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dalam
hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Tinggi
rendahnya laba merupakan faktor penting perusahaan. Besar kecilnya laba
perusahaan dapat diketahui melalui analisa laporan keuangan perusahaan
dengan rasio profitabilitas. Salah satu cara memperoleh informasi yang
bermanfaat dari laporan keuangan perusahaan adalah dengan melakukan
analisis rasio keuangan, salah satunya adalah rasio profitabilitas. Rasio
Profitabilitas merupakan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal
yang menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Dapat di
jelaskan, karena pengertian profitabilitas sering digunakan untuk mengukur
efisiensi penggunaan modal dalam perusahaan, maka rentabilitas ekonomis
sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan perusahaan dengan seluruh
modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba. Laba yang diraih
dari kegiatan yang dilakukan merupakan cerminan sebuah kinerja perusahaan
dalam menjalankan usahanya. Menjaga tingkat profitabilitas merupakan hal
yang penting bagi perusahaan karena profitabilitas yang tinggi merupakan
tujuan setiap perusahaan. Jika dilihat dari perkembangan rasio profitabilitas
suatu perusahaan didapati peningkatan, maka hal tersebut menunjukkan
kinerja perusahaan yang efisien.
Menurut Kasmir (2015:196) “Profitabilitas adalah rasio untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga
memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini
ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.
Intinya dalah penggunaan rasio ini menunjukan efisiensi perusahaan”.
Sedangkan menurut Martono dan Agus Harjito (2014:19) “Profitabilitas
adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari modal yang
digunakan untuk menghasilkan data tersebut”. Dapat disimpulkan bahwa
rasio profitabilitas adalah gambaran ukuran tingkat efektivitas manajemen
suatu perusahaan yang biasanya ditunjukkan dari laba yang dihasilkan atas
penjualan atau dari pendapatan investasi perusahaan tersebut.
Para kreditur, pemilik perusahaan dan terutama sekali pihak
manajemen perusahaan akan berusaha meningkatkan rasio ini, karena disadari
betul betapa pentingnya arti keuntungan bagi masa depan perusahaan.
Profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan antara
keuntungan atau laba yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan
kekayaan atau asset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan
perusahaan (operating asset).
Rasio profitabilitas yang dikenal juga dengan nama rasio rentabilitas
yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh
keuntungan (profit) yang berhubungan dengan total aktiva (total assets),
penjualan (sales), dan modal sendiri, dengan demikian analisis profitabilitas
merupakan hal yang sangat penting bagi investor jangka panjang. Analisis
profitabilitas pemegang saham memungkinkan dapat melihat seberapa besar
keuntungan yang akan didapatkan dalam bentuk dividen. Profitabilitas juga
menunjukkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan
aset untuk menghasilkan keuntungan bagi investor.
Menurut Kasmir (2015:197), pada umumnya tujuan penggunaan rasio
profitabilitas bagi perusahaan, yaitu:

  1. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam
    satu periode tertentu.
  2. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun
    sekarang.
  3. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.
  4. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  5. Untuk mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan
    baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
  6. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang
    digunakan baik modal sendiri,
  7. Tujuan lainnya.
    Sementara itu, menurut Kasmir (2015:198) manfaat yang diperoleh adalah
    untuk:
  8. Mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam
    suatu perusahaan,
  9. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun
    sekarang,
  10. Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu,
  11. Mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri,
  12. Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan
    baik modal pinjaman maupun modal sendiri,
  13. Manfata lainnya.
    Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan
    perbandingan antara berbagai komponen yang ada di laporan keuangan,
    terutama laporan keuangan neraca dan laporan laba ruugi. Pengukuran dapat
    dilakukan untuk beberapa periode operasi. Tujuannya adalah agar terlihat
    perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik penurunan atau
    kenaikan, sekaligus mencari penyebab perubahan tersebut. Salah satu
    indikator untuk mengukur profitabilitas adalah dengan menggunakan Return
    On Assets Ratio