Green Marketing


Pemasaran dengan konsep hijau “Green Marketing” pertama kali dikenal
pada akhir tahun 1980 hingga tahun 1990 pada abad ke 20. Green marketing
menjadi banyak perhatian sebagai akibat dari kesadaran masyarakat mengani isu
lingkungan dalam perilaku konsumsi sehari-hari. Untuk mendapatkan peluang dan
memastikan standar hidup yang lebih baik dan bekelanjutan, konsep green
marketing hadir sebagai solusi dalam mengembangkan startegi pemasaran yang
baru bagi industry sebagai perhatian terhadap isu-isu kerusakan lingkugan (Gokarn,
2013, Rahayu, 2017).
American Marketing Assosiation (AMA) mengemukakan definisi green
marketing sebagai pemasaran produk yang dianggap aman bagi lingkungan serta
pengembangan produk yang dirancang untuk meminimalkan efek negative pada
lingkungan fisik untuk meningkatkan kualitas suatu produk “Green Maketing (A-
case Study of The Sub-Industry in Turkey oleh (Kirgiz, 2016)”. Definisi lain
menyebutkan bahwa green marketing berperan dalam terciptanya kesejahteraan
lingkungan pemasarannya. (Charter dalam Chodhary A. & Gokarn 2013, dalam
jurnal (Rahayu dkk., 2017) mendefinsiskan green marketing sebagai manajemen
strategis dan bertanggung jawab dengan mengindentifikasi, mengantisipasi serta
memnuhi kebutuhan stakeholder yang tidak memiliki dampak terhadap
kesejahteraan manusia dan lingkungan. Serta green marketing menurut Polonsky
2011, (Mandasari & Sumartini, 2020) merupakan aktivitas yang dirancang sehingga
dapat mengetahui keinginan konsumen dalam menggunakan suatu produk yang
tidak menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Dari beberapa definisi yang
dikemukakakan para ahli dapat disimpulkan bahwa green marketing merupakan
startegi yang dilakukan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen melalui produk yang tidak memberikan dampak negative atau ramah
lingkungan sehingga dapat memberikan keberlangsungan perusahaan.
27
Green marketing muncul karena adanya kesadaran perusahaan akan
kebutuhan konsumen. Penerapan green marketing strategy memiliki tujuan dalam
meningkatkan performa kepercayaan konsumen melaui produk inovasi terbaru.
Keberhasilan suatu perusahaan melalui produk yang diminati konsumen harus
dapat mempertahanakan keberhasilan system pemasaran dan mempertahankan
kelestarian lingkungan (Saxena & Khandelwal, 2012 (Santoso & Fitriyani, 2016).
Menurut Sumarsosno dan Giyatno, 2012 dalam (Ekowati & Saputra, 2015)
penerapan green marketing dilakukan perusahaan dalam memenuhi tuntutan
konsumen mengenai produk ramah lingkungan dan sebagai bentuk tanggungjawab
terhadap permasalahan lingkungan. Pentingnya pengimplementasian dari green
marketing untuk meningkatkan nilai yang dirasakan konsumen serta mengurangi
dampak negative terhadap lingkungan dalam meningkatkan keunggulan kompetitif
(Chen 2012, dalam jurnal Kartono & Warmika, 2018). Hal ini merupakan harapan
perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang diterpakan dengan
beberapa startegi dan upaya sehingga pelanggan merasa puas dan melakukan
pembelian secara ulang (loyal) (Romadoni 2017,Sawitri & Rahanatha, 2019)