Pengaruh pengungkapan sustainability report dimensi sosial (SO) terhadapprofitabilitas perusahaan.


Dalam penelitian ini, sustainability report diukur dengan dimensi sosial
(SO) yang terdiri Praktik Ketenagakerjaan dan Kenyamanan Bekerja, Hak Asasi
Manusia-Human Rights (HR), Masyarakat-Society (SO), dan Tanggung Jawab
Produk – Produk Responsibility (PR). Praktik Ketenagakerjaan dan Kenyamanan
Bekerja mencakup kepegawaian, pelatihan dan pendidikan, asesmen pemasok atas
praktik ketenagakerjaan, dan mekanisme pengaduan masalah ketenagakerjaan. Hak
Asasi Manusia-Human Rights (HR) mencakup investasi, non-diskriminasi,
kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama, pekerja anak, pekerja paksa atau
wajib kerja, dan mekanisme pengaduan masalah Hak Asasi Manusia (HAM).
Masyarakat-Society (SO) membahas dampak yang dimiliki organisasi terhadap
masyarakat dan masyarakt lokal, seperti anti-korupsi, dan mekanisme pengaduan
dampak terhadap masyarakat. Terakhir, tanggung jawab atas produk, mencakup
kesehatan dan keselamatan pelanggan, pelabelan produk dan jasa, privasi
pelanggan, dan kepatuhan (www.globalreporting.org).
Bukti empiris mengenai pengaruh sustainability report dimensi sosial
terhadap kinerja keuangan perusahaan telah dilakukan oleh beberapa peneliti
sebelumnya. Penelitian Burhan dan Rahmanti (2009) meneliti dampak
sustainability report kinerja ekonomi, lingkungan dan sosial terhadap ROA (kinerja
keuangan), namun hasilnya pengungkapan social performance memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sampel penelitian tersebut
adalah 32 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun
2006-2009.
Penelitian Rahajeng (2010) meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi
pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian tersebut
menunjukkan pengungkapan sustainability report dimensi sosial berpengaruh
positif terhadap likuiditas perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Penelitian
tersebut menyebutkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh pada luas pengungkapan
sukarela. K ondisi perusahaan didasarkan pada alasan bahwa bagi perusahaan yang
memiliki likuiditas baik, menunjukkan memiliki struktur finansial yang baik
pula.Sementara Adhima (2011) meneliti pengaruh pengungkapan sustainability
report terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdapat dalam bursa
efek Indonesia, menemukan bahwa kinerja sosial berdampak negatif terhadap
kinerja keuangan. Sampel penelitian tersebut 26 perusahaan manufaktur di
Indonesia dengan metode purposive sampling. Susanto dan Tarigan (2013)
menyebutkan bahwa pengungkapan kinerja sosial masyarakat berpengaruh negatif
dengan kinerja keuangan. Artinya, sustainability report dimensi sosial memberikan
pengaruh negatif ke perusahaan, dimana pengungkapan sustainability report
dimensi sosial dianggap sebagai beban perusahaan yang dapat mengurangi
profitabilitas perusahaan