Tumigolung (2019) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah
suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan,
atau dikembangan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar
organisasi belajar mengatasi masalah-masalahnya yang timbul akibat
adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan
cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru
sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan
merasakan berkenaan dengan masalah-masalah tersebut. Andayani
(2019) menyatakan bahwa komitmen organisasi menunjukkan
tingkat seorang karyawan mengidentifikasi organisasi tertentu serta
tujuan dan keinginannya untuk tetap menjadi anggota organisasi
tersebut. Keterikatan emosional pada organisasi dan keyakinan akan
nilai-nilainya dianggap sebagai standar puncak dari komitmen
karyawan. Tumigolung, Sepang dan Hasan (2019) menyatakan
bahwa budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh
terhadap kinerja karyawan, artinya jika perusahaan meningkatkan
budaya organisasi dan komitmen organisasi maka kinerja karyawan
akan meningkat,
