Kepemimpinan menurut Robbins dalam Marwan Subekti (2013),
adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah
pencapaian tujuan. Kepemimpinan menurut Hersey adalah proses untuk
mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam rangka mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus
berorientasi pada tugas (tasks) dan hubungan antar manusia (human
relationship). Berdasarkan definisi kepemimpinan menurut Robbins dan
Hersey maka kepemimpinan adalah suatu proses interaksi antara atasan
dan bawahan, dimana adanya hal mempengaruhi dari atasan pada
bawahan.
Kepemimpinan transformasional ini berpusat pada asumsi bahwa
para pemimpin dapat mengubah keyakinan, asumsi dan perilaku karyawan
dengan menarik pentingnya kolektif atau hasil organisasi. Menurut Bass
dan Rigio dalam Wahyu Hamdani (2012), secara konseptual,
kepemimpinan transformasional pada awalnya dibedakan dari model
kepemimpinan transaksional yang mengandalkan kepentingan pribadi
sebagai dasar memotivasi para karyawan.
Awalnya, konsep kepemimpinan transformasional diperkenalkan
oleh Burns pada tahun 1978 yang menyatakan bahwa pemimpin yang
transformasional meningkatkan kebutuhan dan motivasi bawahan dan
mempromosikan perubahan dramatis dalam individual, grup, dan
organisasi.
Bass mendefinisikan bahwa pemimpin transformasional adalah
seseorang yang meningkatkan kepercayaan diri individual maupun grup,
membangkitkan kesadaran dan ketertarikan dalam grup dan organisasi,
dan mencoba untuk menggerakkan perhatian bawahan untuk pencapaian
dan pengembangan eksistensi.
Awalnya kepemimpinan transformasional ditunjukkan melalui tiga
perilaku, yaitu karisma, konsiderasi individual, dan stimulasi intelektual.
Namun pada perkembangannya, perilaku karisma kemudian dibagi
menjadi dua, yaitu karisma atau idealisasi pengaruh dan motivasi
inspirasional.
Memang pada dasarnya karismatik dan motivasi inspirasional tidak
dapat dibedakan secara empiris tetapi perbedaan konsep antara kedua
perilaku tersebut membuat kedua faktor di atas dapat dipandang sebagai
dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, pada perkembangan berikutnya,
kepemimpinan transformasional diuraikan dalam empat ciri utama, yaitu:
idealisasi pengaruh, motivasi inspirasional, konsiderasi individual, dan
stimulasi intelektual
