Dinamika Motivasi Kerja


Robbins (Subyantoro, 2009) Motivasi didefinisikan sebagai suatu proses
yang menghasilkan suatu intensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha
untuk mencapai satu tujuan. Hisbuan (Jufrizen, 2018) menyatakan bahwa motivasi
kerja adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja
seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan
segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang motivasi kerja oleh (Senen,
2008) Tingkat motivasi kerja karyawan secara umum berkategori tinggi karena
motivasi kerja karyawan dan kemampuan kerja karyawan berpengaruh sangat
tinggi terhadap produktivitas kerja karyawan, baik secara persial, aupun simultan.
Penelitian yang dilakukan oleh (Wardani, Susilo, & Iqbal, 2015) Motivasi kerja
karyawan berpengaruh terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja.
Apabila motivasi kerja karyawan tinggi maka tingkat kepuasan kerja akan tinggi,
dan ketika kepuasan kerja tinggi maka akan meningkatkan komitmen
organisasional.
Penelitian yang dilakukan oleh (Prakoso, Astuti, & Ruhana, 2014) Motivasi
kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti bahwa
semakin baik motivasi kerja, maka akan semakin baik pula kinerja karyawan.
Penelitian (Larasati & Gilang, 2014) Motivasi kerja secara simultan dan persial
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini berarti
bahwa semakin besar motivasi akan kebutuhan afillasi yang terpenuhi maka akan
semakin besar pula kualitas kinerja yang dihasilkan oleh karyawan.