Kepuasan Kerja


Kepuasan kerja merupakan hal menarik yang sering diteliti dalam penelitian-
penelitian tentang perilaku organisasi. Bahkan melalui berbagai penelitian ditemukan
bahwa kepuasan kerja secara langsung berpengaruh terhadap performa kerja dan
komitmen organisasi. Jika anggota organisasi sangat puas terhadap pekerjaan mereka
dan memiliki pengalaman emosional positif saat bekerja, mereka mungkin akan
bekerja lebih baik dan memilih untuk bergabung lebih lama dengan organisasi
tempatnya bekerja. Kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosional yang
menyenangkan yang dihasilkan dari penilaian pekerjan atau pengalaman kerja, seperti
yang dinyatakan oleh Colquitt, Lepine, dan Wesson, “job satisfication is defined as a
pleasurable emotional state resulting from the appraisal of one’s job or job
experiences”, Atau dapat juga dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan
bagaimana seseorang menyatu dengan pekerjaannya, atau bagaimana seseorang
berpikir tentang pekerjaannya. Seseorang yang memiliki tingkat kepuasan kerja yang
tinggi akan memiliki perasan positif saat mereka memikirkan pekerjaan mereka atau
saat memikirkan aktivitas-aktivitas lain diluar tugasnya dalam organisasi. Perasaan
positif tersebut merupakan hasil dari evaluasi karakteristik pekerjaan itu sendiri,
seperti yang diungkapkan oleh Robbins dan Judge (dalam Christin, 2015), “positive
feeling about job, resulting from an evaluation of its characteristics”. Robbins dan
Judge menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu gambaran emosi positif
mengenai pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya.
Anggota organisasi akan termotivasi untuk mengeluarkan usaha dengan tingkat yang
jauh lebih tinggi ketika mereka yakin bahwa usaha tersebut akan menghasilkan
penilaian kinerja yang baik. Penilaian kinerja yang baik tentunya akan menghasilkan
penghargaan dari organisasi seperti bonus, kenaikan imbalan kerja atau promosi dan
penghargaan tersebut akan memuaskan orientasi / harapan pribadi para anggota
organisasi.
Luthan (2006) memberikan definisi dari kepuasan kerja yang meliputi reaksi
atau sikap kognitif, efektif, evaluatif, dan menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah
keadaan emosi yang senang atau emosi positif yang berasal dari penilaian pekerjaan
atau pengalaman kerja seseorang. Sedangkan menurut Umar (dalam Widyastuti,
2012) dapat dijelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian atau cerminan dari
organisasi pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini digambarkan dalam sikap positif
anggota organisasi terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi
dilingkungan kerja. Dampak kepuasan kerja perlu diperhatikan dengan
mengaitkannya pada output yang dihasilkan. Asa’ad (dalam Widyastuti, 2012)
mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sifat umum yang merupakan hasil
dari beberapa sikap khusus terhadap faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan
sosial individu diluar kerja. Sedangkan menurut Handoko (dalam Widyastuti, 2012)
kepuasan kerja adalah keadaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan
mana para anggota organisasi mengevaluasi secara keseluruhan berbagai hal
mengenai pekerjaan mereka