Product Image


Product image atau citra produk didefinisikan sebgai persepsi
konsumen mengenai kualitas sebuah produk yang dibuat pada negara
tertentu (Han, 1989). Citra produk juga diartikan sebagai persepsi
konsumen mengenai produk secara keseluruhan dari negara tertentu.
Perepsi tersebut didasari oleh pendapat konsumen mengenai kelebihan
dan kelemahan dalam proses produksi dan pemasaran sebuah negara
(Bulibuli et al., 2022). Sebuah penelitian lain mendefinisikan citra produk
sebagai pendapat konsumen tentang kualitas barang maupun jasa yang
diproduksi di berbagai negara (Bilkey, 1993, dalam Roth &
Diamantopoulos, 2009).
Reputasi sebuah negara dapat terbentuk atas dasar impresi dari
berbagai aspek produk seperti kemajuan teknologi, keandalan, desain, dan
nilainya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Niffenegger dan
White (1982), product image diklasifikasikan menjadi 4 dimensi yaitu :

  1. Persepsi Harga dan Nilai
    Penetapan harga seringkali digunakan sebagai gambaran kualitas
    dari sebuah produk. Semakin tinggi harga produk menggambarkan
    semakin tinggi nilai produk tersebut, begitu juga sebaliknya. Dalam
    penelitian terkait, konsumen di Inggris dan Prancis merasa bahwa
    produk Amerika Serikat memiliki kualitas yang dapat dipercaya
    karena harganya yang relatif mahal. Berdasarkan hasil penelitian
    tersebut, penulis menyimpulkan bahwa penetapan harga yang
    dilakukan oleh merek-merek asal Amerika Serikat mampu memberi
    kesan eksklusif pada produknya.
  2. Persepsi dalam Iklan dan Reputasi
    Iklan merupakan salah satu aspek penting dalam pemasaran. Iklan
    berfungsi untuk menyalurkan informasi tertentu mengenai sebuah
    produk dan merek. Sebagian besar merek-merek asal Amerika Serikat
    melakukan iklan yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan
    kompetitornya. Hal tersebut mengakibatkan merek dapat dikenal
    secara luas di pasar internasional. Selain itu, nama dari merek-merek
    tersebut lebih mudah untuk diingat konsumen karena menggunakan
    bahasa inggris dibandingkan kompetitornya yang menggunakan
    bahasa Prancis sebagai nama merek.
  3. Jangkauan Produk
    Kemudahan dalam menjangkau sebuah produk menjadi salah satu
    alasan konsumen dalam melakukan pembelian produk. Mudahnya
    melakukan restock untuk produk-produk asal Amerika Serikat menjadi
    alasan bagi banyak toko retail di Prancis untuk menjual produk
    tersebut. Akibatnya, di Prancis produk-produk Amerika Serikat
    memiliki volume penjualan yang tinggi sehingga produk tersebuat
    menjadi populer dan familiar bagi masyarakat Prancis. Banyaknya
    kuantitas produk-produk dari merek asal Amerika Serikat karena
    produk tersebut rata-rata diproduksi secara masal atau dalam skala
    yang besar.
  4. Desain
    Dalam proses produksi, umumnya pelaku bisnis akan membatasi
    variasi produk untuk menekan biaya produksi. Namun, rata-rata
    produk asal Amerika Serikat tidak melakukan batasan sehingga
    konsumen memiliki banyak pilihan seperti model dan warna saat akan
    melakukan pembelian produk. Hal terebut menjadi salah satu
    keunggulan produk asal Amerika Serikat.
    Sebuah penelitian lain yang dilakaukan oleh Bulibuli, Maitiniyazi,
    dan Karimov (2022) menggunakan variabel citra produk atau product
    image sebagai dimensi dari country of origin image. Penelitian tersebut
    mengukur citra produk dari berbagai macam faktor seperti kualitas
    produk, detail produk, material produk, reputasi produk, iklan produk,
    branding, after-sale, desain produk, inovasi, dan kepuasan konsumen
    terhadap produk terkait