Diklasifikasikan berdasarkan kebiasaan berbelanja konsumen yang
meliputi :
1) Barang Sehari-hari (Convenience Goods), adalah barang-barang
yang biasanya sering dibeli pelanggan dengan cepat dan dengan
upaya yang sangat sedikit. Contoh: Minuman dingin, rokok, koran.
a) Kebutuhan Pokok (Staples Goods), yaitu barang yang dibeli
konsumen secara teratur. Contoh: Pasta gigi.
b) Barang Dadakan (Impulse Goods), yaitu barang yang dibeli
konsumen secara dadakan tanpa perencanaan atau upaya
pencarian. Contoh: Minuman ringan atau permen.
c) Barang Darurat (Emergency Goods), yaitu barang yang dibeli
pada saat suatu kebutuhan mendesak. Contoh: Payung saat hujan
deras atau jas hujan.
2) Barang Toko (Shopping Goods), adalah barang-barang yang
biasanya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan
gaya dalam proses pemilihan dan pembeliannya. Contoh: Furnitur,
pakaian, mobil bekas, peralatan rumah tangga utama.
a) Barang Toko Homogen (Homogenous Shopping Goods), yaitu
barang-barang yang memiliki kemiripan mutu, tetapi cukup
berbeda dari segi harga sehingga dapat menjadi alasan
perbandingan dalam berbelanja.
b) Barang Toko Heterogen (Heterogeneous Shopping Goods),
yaitu barang yang berbeda dalam hal keistimewaan dan jasa
produk yang mungkin lebih penting dari harganya. Contoh:
handphone, kamera.
3) Barang Khusus (Specialty Goods), adalah barang-barang dengan
karakteristik unik dan/atau identifikasi merek dimana untuk
memperoleh barang-barang itu sekelompok pembeli yang cukup
besar bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya.
Contoh: Mobil mewah, rumah mewah dan barang-barang antik.
4) Barang yang Tidak Dicari (Unsought Goods), adalah barang yang
tidak diketahui pembeli, atau diketahui tetapi biasanya mereka
tidak berfikir untuk membelinya. Contoh: Batu nisan, asuransi
jiwa, tanah kuburan.
