Pengaruh Sensitivitas Etis terhadap Whistleblowing


Individu yang tidak mengakui sifat dasar etika dalam keputusan, skema
moralnya tidak akan mengarah pada masalah etika tersebut. Jadi kemampuan
untuk mengakui sifat dasar etika dari sebuah keputusan merupakan sensitivitas
etika. Apabila sensitivitas etis individu semakin tinggi maka semakin tinggi pula
kecenderungan mereka untuk menganggap whistleblowing menjadi suatu hal
yang penting serta semakin tinggi pula kemungkinan mereka melakukan
whistleblowing.
Seseorang yang memahami pentingnya informasi yang terdapat di dalam
laporan keuangan bagi para penggunanya akan memahami pula tanggung jawab
etis dalam profesi akuntansi sehingga muncul motivasi untuk melakukan
whistleblowing.
Arnold dan Ponemon (1991) yang menyelidiki hubungan antara pemikiran
etis dengan persepsi whistleblowing. Mereka melaporkan bahwa auditor interen
dengan tingkat pemikiran etis yang relatif tinggi lebih dapat mengidentifikasi dan
mengetahui perilaku yang kurang pantas. Semakin tinggi tingkat pemikiran etis
seseorang semakin mampu mengidentifikasi serta mengetahui perilaku yang
kurang pantas