Ergonomi


Pada dasarnya, ergonomi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang
Psistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan,
dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja. Dengan demikian,
orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut dengan baik, yaitu untuk
mencapai tujuan yang diinginkan melalm pekerjaan itu dengan efektif, efisien,
aman, dan nyaman,
Penerapan ergonomi di tempat kerja merupakan sebuah cara agar pekerja
dapat selalu beraktivitas dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif, dan
sejahtera. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan, kemarnpuan, dan
kerjasama yang baik dari semua pihak. Pelatihan bidang ergonomi di perusahaan
sangatlah panting. Dengan adanya tuntunan dalam pelatihan yang terus-menerus,
akan menjadi pembiasaan dalam waktu bekerja.
Tujuan utama dari ergonomi, sebagai berikut :

  1. Memperbaiki performansi kerja manusia, seperti menambah ketepatan .
  2. kerja dan mengurangi energi yang berlebihan serta mengurangi kelelahan.
  3. Mengurangi waktu pelatihan dan biaya.
  4. Memperbaiki pendayagunaan sumber daya manusia melalui peningkatan.
  5. keterampilan yang diperlukan. Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia dan
    meminimalkan kerusakan .
  6. peralatan yang disebabkan human error.
  7. Memperbaiki kenyamanan manusia dalam bekerja.
    Dengan demikian, tujuan ergonomi adalah menimbulkan efektivitas fungsional dan
    kenyamanan pemakaian dari lingkungan kerja yang dirancang. Pendekatan khusus
    yang dilakukan dalam disiplin ilmu ergonomi adalah apiikasi yang sistematis dari
    segala informasi yang relevan dan berkaitan dengan karakteristik perilaku manusia
    di dalam perancangan peralatan, fasilitas, dan lingkungan kerja yang dipakai.
    Untuk itu, analisis penelitian ergonomi berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut :
  8. Anatomi (struktur), fisiologi (cara bekerja), dan antropometri (ukuran)
    dimensi tubuh manusia.
  9. Psikologi yang fisiologis mengenai berfungsinya otak dan sistem saraf yang
    berperan dalam tingkah laku manusia.
  10. Kondisi-kondisi kerja yang dapat mencederai, baik dalam waktu pendek
    maupun panjang. Begitu juga sebaliknya, kondisi-kondisi kerja yang dapat
    membuat nyaman kerja manusia.
    Hal perlu dilakukan oleh GA terkait ergonomi di lingkungan kerja, sebagai berikut:
  11. Lakukan audit terhadap seluruh aktivitas kerja dengan mempertimbangkan
    tingkat ergonomi. Desain aktivitas dan alat kerja sesuai konsep ergonomi.
  12. Lakukan pelatihan kepada karyawan mengenai penerapan ergonomi dalam
    pekerjaannya.
  13. Gunakan tanda atau simbol cara kerja ergonomis di alat kerja yang
    membutuhkan
  14. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama karyawan yang
    berisiko dan memiliki tingkat kerja yang berat