Validitas konvergen mengacu pada dua hal yang sama dikorelasikan memiliki korelasi positif tertentu. Semakin tinggi nilai suatu skala, maka semakin tinggi pula nilai skala yang lain, begitu pula sebaliknya. Dasar korelasi adalah teori yang mendasari
Validitas Multitrait-Multimethod (skripsi dan tesis)
Model ini diperkenalkan oleh Campbell dan Fiske. Asumsi dasar dari metode ini adalah, pertama, konstrak yang sama saat diukur dengan berbagai metode, menunjukkan korelasi positif. Kedua, konstrak yang berbeda jika diukur dengan cara yang sama atau pun berbeda, maka tidak berkorelasi atau berkorelasi rendah. Model multitrait multimethod harus memiliki dua konstrak yang diukur menggunakan dua model penskalaan yang berbeda. Validitas ini merupakan gabungan validitas konvergen dan diskriminan (Periantalo, 2016)
Validitas Konstrak (skripsi dan tesis)
Validitas konstrak menunjukkan sejauh mana skala psikologi mengukur trait (konstrak) teoritik yang hendak diukurnya. Validitas konstrak merupakan kelanjutan validitas isi. Aitem yang telah dibuat kemudian diuji kontrak teoritisnya. Pengujian dilakukan melalui pengambilan data di lapangan. Data pengujian skala dilihat konstrak yang membentuk melalui analisis statistik. Analisis statistik memberikan data pengukuran. Ada beberapa metode dalam mencapai validitas konstrak. Metode yang umum digunakan adalah multitrait-multimethod dan analisis faktor (Periantalo, 2016).
Validitas Tampang (skripsi dan tesis)
Validitas tampang mengacu pada tampang suatu skala psikologi, baik bentuk maupun instruksi. Tujuannya untuk mencapai apresiasi subjek. Subjek diharapkan termotivasi mengerjakan skala psikologi, sehingga subjek bisa mengeluarkan hal yang sebenarnya dalam dirinya (Periantalo, 2016). Validitas tampang merupakan validitas terendah, tetapi sangat penting peranannya. Validitas ini merupakan apresiasi kepada subjek, bentuk hormat peneliti kepada subjek penelitian 25 dan peneliti memperlakukannya secara manusiawi, sehingga subjek merasa tenang dalam pengerjaan skala dan menjawab sungguh-sungguh. Subjek yang menjawab asal-asalan berarti kurang termotivasi untuk mengerjakan skala, maka data skala psikologi bisa menjadi tidak valid. Oleh karena itu, validitas tampang dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu (Periantalo, 2016): a) Membuat skala dengan desain menarik, sehingga subjek yang melihat skala memiliki keinginan untuk mengerjakan skala b) Di waktu dan tempat yang nyaman bagi subjek sehingga subjek merasa tenang saat mengerjakan skala. c) Menyusun kata pengantar yang mengungkapkan tujuan dari penelitian dan memberikan pujian kepada subjek, sehingga subjek merasa bahwa dirinya adalah orang yang bermanfaat. d) Memberikan reward sebagai bentuk memperhatikan subjek.
Validitas Isi (skripsi dan tesis)
Validitas Isi menunjukkan sejauh mana seperangkat aitem mengukur apa yang hendak diukur. Sejauh mana aitem dalam suatu instrumen psikologi dapat menggambarkan apa yang hendak diukur (Azwar, 2016; Periantalo, 2016). Dalam hal ini, validitas didapat melalui penurunan konstrak ke dimensi, indikator perilaku sampai ke aitem, sehingga penulisan aitem merupakan esensi dari pencapaian validitas isi.
Validitas (skripsi dan tesis)
Skala pengukuran (skripsi dan tesis)
Skala pengukuran sangat diperlukan untuk memastikan objek yang diteliti sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Skala yang digunakan bisa berupa satuan yang telah disepakati ahli seperti Satuan Internasional (SI) atau skala yang ditetapkan peneliti sendiri yang dijelaskan dengan menggunakan keteraturan yang jelas pula. Untuk memudahkan pengumpulan data, maka jenis data dapat dibedakan menjadi data numerik (kuantitatif) dan non-numerik (kualitatif). Data numerik dapat berupa dekresi dan kontinu. Data deskresi dapat berupa jumlah bahan, sebagai contoh jumlah kacang dalam satu wajan. Sementara data kontinu adalah data yang diperoleh dari pembacaan pengukuran, sebagai contoh, pembacaan timbangan 100 gr kacang. Pengumpulan data numerik juga sering disebut pengumpulan data parametrik. Data non-numerik dapat berupa skala nominal dan skala ordinal. Skala nominal sebagai contoh pengukuran warna merah, hijau dll. Sementara skala ordinal adalah skala yang didasarkan atas tingkatan seperti, tingkat kesukaan, tidak suka-suka-sangat suka dll. Pada beberapa kondisi, dimungkinkan untuk memilih apakah akan mengumpulkan data kuantitatif atau kualitatif. Sebagai contoh, Anda dapat meminta umur (usia) orang sebenarnya mereka (kuantitatif) atau mereka memilih dalam kategori adalah anak, remaja, dewasa, atau warga senior (kualitatif). Dengan pra-perencanaan metode analisis data, dapat memilih jenis data dan dengan demikian, desain eksperimental yang paling tepat untuk tujuan penelitian
Jenis Variabel (skripsi dan tesis)
1. Variabel diskrit dan variabel kontinyu. Nilai numerik yang diberikan pada variabel didasarkan pada sifat yang beragam. Misalnya untuk variabel yang bersifat dikotomi mempunyai 2 nilai yang menunjukkan ada atau tidak adanya sifat tertentu, contohnya pria-wanita, pengangguran-bukan pengangguran. Variabel juga bisa terdiri dari dua kategori, misalnya, suku, agama, jenis perusahaan, dan lain-lain. Semua variabelvariabel dalam bentuk kategori-kategori tersebut disebut variabel diskrit. Sedangkan pendapatan, suhu, umur, nilai ujian adalah contoh-contoh variabel kontinyu.
Pengertian Variabel (Skripsi dan tesis)
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi sifat yang dapat dinyatakan dengan jumlah atau besaran yang bernilai kategorial. Pengertian yang lainnya adalah karakteristik obyek yang dapat diklasifikasikan ke dalam sekurang-kurangnya dua klasifikasi. Sedangkan menurut Kerlinger dalam Emory dan Coper (1991), variabel adalah simbol dimana suatu bilangan atau nilai diberikan pada simbol tersebut. Variabel-variabel tersebut bisa diklasifikasikan dalam beberapa jenis
Sumber Data (skripsi dan tesis)
Statistika inferensi atau induktif (skripsi dan tesis)
Statistika inferensi adalah statistika yang bertujuan untuk mengambil kesimpulan data populasi berdasarkan sebagian data yang disebut sampel. Sebagai contoh seorang peneliti ingin mengetahui hasil ujian satu universitas berdasarkan data yang diambil dari beberapa kelas saja. Hubungan atau relasi empiris yang diamati pada ilmu alam, sosiologi, psikologi dan ekonomi bersifat statis. Pada bidang-bidang ini, pekerjaan empiris dilaksanakan berdasarkan percobaan-percobaan atau survei sampel. Keterbatasan waktu dan ekonomis menyebabkan sulit dilakukan observasi seluruh populasi. Dalam rangka mengambil kesimpulan tentang suatu populasi berdasarkan data dari sampel yang terbatas maka diperlukan proses pengambilan keputusan inferensial atau statistik induktif
Perbedaan jumlah dewan direksi antara perusahaan yang mengalami financial distress dan non financial distress (skripsi dan tesis)
Jensen (1993) mencatat bahwa ukuran dewan direksi yang banyak dapat memonitor proses pelaporan keuangan dengan lebih efektif dibandingkan ukuran dewan direksi yang sedikit. Lebih lanjut Jensen (1993) menyatakan bahwa dari rata-rata ukuran dewan direksi untuk perusahaan yang tetap sehat, memang lebih besar dibandingkan ukuran dewan direksi dari perusahaan yang mengalami financial distress. Wardhani (2007) dalam penelitiannya tentang pengaruh ukuran direksi terhadap financial distress menyatakan bahwa semakin besar jumlah direksinya maka semakin tinggi kemungkinan perusahaan mengalami kondisi tekanan keuangan. Hal ini di karenakanresources dependence dan banyaknya direksi tersebut justru akan memperparah kinerja perusahaan karena dengan banyaknya direksi masalah koordinasi dan komunikasi akan semakin membesar sehingga perusahaan tidak dapat mengambil keputusan untuk data menyelamatkan perusahaan dengan cepat.
Perbedaan proporsi dewan komisaris independen antara perusahaan yang mengalami financial distress dan non financial distress (skripsi dan tesis)
Perbedaan kepemilikan institusional antara perusahaan yang mengalami financial distress dan non financial distress (Skripsi dan tesis)
Jumlah Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Proporsi Dewan Komisaris Independen (skripsi dan tesis)
Kepemilikan Institusional (skripsi dan tesis)
Karakteristik Corporate Governance (skripsi dan tesis)
Karakteristik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Berdasarkan definisi tersebut dapat diartikan bahwa karakeristik merupakan suatu ciri atau sifat yang melekat dan menjadi bagian pada suatu hal tertenu. Corporate governance didefinisikan sebagai cara untuk mengatur, mengawasi dan menjaga tata kelola perusahaan. Corporate governance muncul sebagai suatu fenomena ekonomi untuk memberikan pandangan kepada shareholder atas apa yang harus dilakukan perusahaan dan apa saja yang seharusnya tidak dilakukan Wiley (2009). Berdasarkan definisi mengenai karakterisik dan corporate governance di atas, maka karakterisik corporate governance merupakan suatu ciri yang melekat dalam suatu tata kelola perusahaan dan menjadi bagian dalam melakukan tata kelola perusahaan yang baik. Ada beberapa karakteristik corporate governance yang sering digunakan, Dalam penelitian ini karakteristik corporate governance yang digunakan untuk mengetahui perbedaan perusahaan yang mengalami financial distress dan non financial distress adalah Kepemilikan Institusional, Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Jumlah Dewan Direksi.
Prinsip Utama Good Corporate Governance (skripsi dan tesis)
Pengertian Corporate Governance (skripsi dan tesis)
Dampak Financial Distress (skripsi dan tesis)
Penyebab Financial Distress (skripsi dan tesis)
Pengertian Financial Distress (skripsi dan tesis)
Teori Agensi (skripsi dan tesis)
Menurut agency theory, adanya pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan dapat menimbulkan konflik. Terjadinya agency conflict disebabkan pihak-pihak yang terkait yaitu principal (yang mengkontrak atau pemegang saham) dan agen (yang menerima kontrak dan mengelola dana principal) mempunyai kepentingan yang saling bertentangan. Apabila agen dan principal berupaya memaksimalkan utilitasnya masing-masing, serta memiliki keinginan dan motivasi yang berbeda, maka agen (manajemen) tidak selalu bertindak sesuai keinginan principal Jensen dan Meckling (1976) dalam Bodroastuti(2009). Hubungan keagenan dalam kontrak kerja adalah hubungan antara pemegang saham (principal) dengan manajer (agent), yang pemegang saham memperkerjakan manajer untuk memberikan jasa kepada pemegang saham untuk kepentingan pemegang saham. Pemegang saham melakukan pendelegasian wewenang pembuatan keputusan kepada manajer perusahaan Lo(2012).Husnan (2001) juga menjelaskan tentang hubungan tersebut dengan mengatakan bahwa masalah tata kelola perusahaan dapat ditelusuri dari pengembangan agency theory yang mencoba menjelaskan bagaimana pihak-pihak yang terlibat dalam perusahaan (manajer, pemilik perusahaan dan kreditur) akan berperilaku, karena mereka pada dasarnya mempunyai kepentingan yang berbeda. Namun perbedaan kepentingan dapat menimbulkan asimetri informasi (kesenjangan informasi),principal hanya tertarik pada hasil keuangan yang bertambah atau investasi dalam perusahaan. Sedangkan agen diasumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut Zeptian dan Rohman(2013:2).Tentu saja manager sebagai pengelola perusahaan cenderung lebih bersifat oportunistik dalam mencapai tujuan tertentu. Manajer akan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan dibandingkan pemilik (pemegang saham). Adanya asimetri informasi ini menimbulkan dua permasalahan yang disbebakan oleh kesulitan principal untuk mengawasi dan melakukan pengendalian terhadap tindakan-tindakan agen. Dua permasalahan tersebut, yaitu adverse selection dan moral hazard.
Statistika deskriptif (skripsi dan tesis)
Statistika deskriptif adalah bagian dari ilmu statistika yang hanya mengolah, menyajikan data tanpa mengambil keputusan mengenai populasi. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varian dari data mentah; mendeskripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. Dengan kata lain hanya melihat gambaran secara umum dari data yang diperoleh. Statistika deskriptif adalah teknik yang digunakan untuk meringkas/menafsirkan data dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh setiap orang. Hal ini melibatkan proses kuantifikasi dari penemuan suatu fenomena. Berbagai statistik sederhana, seperti rata-rata, dihitung dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Statistika deskriptif dapat memberikan pengetahuan yang signifikan pada kejadian fenomena yang belum dikenal dan mendeteksi keterkaitan yang ada di dalamnya. Tetapi dapatkah statistika deskriptif memberikan hasil yang bisa diterima secara ilmiah? Statistik merupakan suatu alat pengukuran yang berhubungan dengan keragaman pada karakteristik objek-objek yang berbeda. Statistika deskriptif adalah bagian dari ilmu statistika yang hanya mengolah, menyajikan data tanpa mengambil keputusan untuk populasi.
Statistik nonparametrik (skripsi dan tesis)
Uji Kruskal – Wallis (skripsi dan tesis)
Uji Kruskal – Wallis sering pula disebut Uji H Kruskal – Wallis, adalah rampatan uji jumlah rang (dwisampel Wilcoxon) untuk sejumlah sampel k>=2. Uji ini digunakan untuk menguji hipotesis nol bahwa k sampel bebas berasal dari populasi yang sama. Diperkenalkan oleh W.H. Kruskal dan W.A. Wallis pada tahun 1945, uji ini merupakan padanan cara nonparametrik untuk menguji kesamaan rataan dalam analisis variansi ekafaktor bila si pencoba ingin menghindari bahwa sampel berasal dari populasi normal.
Uji ini mirip dengan uji Anova pada data parametrik hanya saja tidak dipenuhi anggapan k kenormalan dari data. Analisis yang digunakan berdasarkan Rij yaitu ranking data, bukan data itu sendiri.
Langkah – langkah uji Kruskal – Wallis :
- H0 : Semua K populasi adalah identik
- H1 : Tidak semua K populasi identik
- Tentukan taraf nyatanya.
- Tentukan daerah kritisnya dengan menggunakan tabel chi-kuadrat. Dengan derajat kebebasan v = k-1
- Melakukan perhitungan uji kruskal – wallis dengan rumus dibawah ini
h =
dengan ni merupakan jumlah data pengamatan disetiap sampel dan ri merupakan jumlah rang dalam satu sampel data pengamatan.
- Bila nilai h jatuh dalam daerah kritis pada tabel, dengan derajat kebebasan v = k – 1, tolak H0 pada taraf nyata. Dan terima H0 jika tidak jatuh dalam daerah kritis pada tabel.
Uji Rang-Tanda (skripsi dan tesis)
Uji Rang-Tanda dicetuskan oleh Frank Wilcoxon pada tahun 1945 dan saat ini disebut sebagai uji rang-tanda Wilcoxon. Uji ini memanfaatkan baik tanda maupun besarnya selisih. Uji rang-tanda Wilcoxon digunakan untuk kasus dua sampel yang dependen bila skala ukur memungkinkan kita menentukan besar selisih yang terjadi, jadi bukan sekedar hasil pengamatan yang berbeda saja. Uji rang-tanda Wilcoxon cocok digunakan bila kita dapat mengetahui besarnya selisih antara pasangan-pasangan harga pengamatan X1 dan Y1 berikut arah selisih yang bersangkutan. Apabila kita dapat menentukan besarnya setiap selisih, maka kita dapat menetapkan peringkat untuk masing-masing selisih itu. Melalui penyusunan peringkat selisih – selisih inilah uji Wilcoxon memanfaatkan informasi tambahan yang tersedia.
Asumsi :
- Data untuk analisis terdiri atas n buah beda. D1 = Y1 – X1
- Sampel X dan sampel Y adalah Variabel- variable acak kontinyu dan beda X1 – Y1, X2 -Y2…dst bersifat kontinyu pula.
- Hipotesis nol yang di uji menyatakan bahwa median perbedaan pasangan nilai pengamatan kedua sampel sama dengan nol.
Langkah – langkah uji rang-tanda Wilcoxon :
- Asumsikan bahwa populasi perbedaan pasangan nilai pengamatan kedua sampel adalah variable acak kontinyu.
- Hipotesis
- Uji satu sisi :
- Ho : W (+) = W (-) Hi : W (+) > W (-)
- Ho : W (+) = W (-) Hi : W (+) < W (-)
- Uji dua sisi :
Ho : W (+) = W (-) Hi : W (+) ≠ W (-)
W (+) : Jumlah semua peringkat selisih pasangan pengamatan (Wi, Yi) yang bertanda positif.
W (-) : Jumlah semua peringkat selisih pasangan pengamatan (Wi, Yi) yang bertanda negative
- Untuk setiap pasangan nilai pengamatan (Xi, Yi), hitung perbedaannya (di = Xi – Yi).
- Berikan peringkat terhadap perbedaan nilai pasangan pengamatan, mulai dari peringkat 1 untuk perbedaan terkecil hingga peringkat n untuk perbedaan terbesar. Bila terdapat perbedaan nilai pasangan yang sama, perbedaan pasangan nilai yang sama di beri peringkat rata-ratanya . untuk beda nol, tidak diperhatikan.
- Bubuhkan tanda kepada peringkat yang sudah dibuat itu: positif atau negative sesuai dengan tanda perbedaan nilai pengamatan aslinya.
- Hitung banyaknya di yang bertanda positif (disebut W+) dan negative (disebut W_).
- Statistik uji peringkat bertanda Wilcoxon ialah W. M yang dipakai ialah W+ atau W_ yang nilainya lebih kecil :
- W+ = ∑ Ri (Semua peringkat positif) dan │W-│= │∑Ri│(Semua peringkat Negatif)
Hipotesa nol ditolak apabilai nilai W+, W–, atau W lebih kecil atau sama dengan nilai di tabel yang sesuai.
Uji Tanda (skripsi dan tesis)
Uji tanda digunakan untuk menguji hipotesis mengenai median populasi. Dalam banyak kasus prosedur nonparametrik, rataan digantikan oleh median sebagai parameter lokasi yang relevan untuk diuji.
Uji tanda juga mempunyai asumsi dimana asumsinya adalah distribusinya bersifat binomial. Binomial artinya mempunyai dua nilai. Nilai ini dilambangkan dengan tanda, yaitu positif dan negatif. Ini mengapa ia disebut uji tanda.
Uji tanda banyak digunakan karena uji ini paling mudah untuk dilakukan pengujiannya dan tidak memakan waktu yang lama. Pengerjaan pengujian ini terbilang cukup mudah. Apabila setiap nilai pengamatan memiliki nilai lebih besar dari nilai rataannya maka diganti dengan tanda (+). Sedangkan, apabila setiap nilai pengamatan memiliki nilai kurang dari nilai rataannya maka diganti dengan tanda (-). Dan, apabila nilai pengamatannya sama dengan nilai rataannya maka nilai pengamatan tersebut harus dibuang.
Pengujian uji tanda yang pertama dilakukan adalah menentukan hipotesis nolnya beserta dengan hipotesis tandingannya. Tentukan pula taraf nyatanya beserta nilai proporsi peubah binomial X-nya. Kemudian melakukan penghitungan Z hitung (apabila jumlah sampel lebih dari 30) dengan nilai n merupakan jumlah data pengamatan setelah dibandingkan dengan nilai rataannya dan nilai x adalah jumlah data pengamatan dengan tanda (+). Dengan begitu nilai Z akan didapat dan nilai P (proporsi)nya dapat ditentukan. Keputusan H0 akan ditolak apabila nilai P yang didapat lebih kecil atau sama dengan nilai taraf nyatanya.
SPSS (Skripsi dan tesis)
SPSS adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk melakukan analisis statistik tingkat lanjut, analisis data dengan algoritma machine learning, analisis string, serta analisis big data yang dapat diintegrasikan untuk membangun platform data analisis. SPSS adalah kependekan dari Statistical Package for the Social Sciences. SPSS sangat populer di kalangan peneliti dan statistikawan untuk membantu melakukan perhitungan terkait analisis data. SPSS menyediakan library untuk perhitungan statistika dengan antarmuka interaktif yang menjadikannya sebagai software analisis data tingkat lanjut paling populer di berbagai universitas, instansi, dan perusahaan (Advernesia, 2018). Terdapat beberapa fitur dasar yang disediakan SPSS, yaitu: statistika deskriptif, statistika bivariat, regresi linear, identifikasi kelompok, analisis spasial, dan R extension. Terdapat dua fitur dasar yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu fitur statistika deskriptif dan fitur statistika bivariat. Statistika deskriptif adalah sebuah metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data untuk memperoleh suatu informasi dari data tersebut. Beberapa contoh statistika deskriptif yang sering digunakan adalah mean, median, modus, standar deviasi, dan lain-lain. Statistika bivariat digunakan untuk melakukan pengujian antar 2 variabel (variabel bebas dan variabel terikat). Beberapa contoh statistika bivariat adalah ANOVA, uji t, teorema bayes, uji non parametrik, dan lain-lain
Analysis of Variance (ANOVA) (skripsi dan tesis)
Statistik Analisis Inferential (Skripsi dan tesis)
Regresi Logistik Multinomial (skripsi dan tesis)
Regresi logistik multinomial merupakan regresi logistik yang digunakan saat variabel dependen mempunyai skala yang bersifat polichotomous atau multinomial. Skala multinomial adalah suatu pengukuran yang dikategorikan menjadi lebih dari dua kategori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik dengan variabel dependen berskala nominal dengan tiga kategori. Mengacu pada regresi logistik trichotomous[5] untuk model regresi dengan variabel dependen berskala nominal tiga kategori digunakan kategori variabel hasil Y dikoding 0,1, dan 2. Variabel Y terparameterisasi menjadi dua fungsi logit. Sebelumnya perlu ditentukan kategori hasil mana yang digunakan untuk membandingkan.Pada umumnya digunakan Y=0 sebagai pembanding. Untuk membentuk fungsi logit, akan dibandingan Y=1 dan Y=2, terhadap Y=0. Bentuk model regresi logistik dengan p variabel prediktor(Yudissanta dan Ratna,2012)
Analisis Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Regesi logistik adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencari hubungan variabel respon yang bersifat dikotomus (bersekala nominal atau ordinal dengan dua kategori) atau bersifat polikotomus (yang mempunyai skala nominal atau ordinal lebih dari dua kategori) dengan satu atau lebih variabel prediktor yang bersifat kontinu atau kategorik. Perbedaan regresi linier sederhana dan regresi logistik terletak pada variabel respon dimana respon pada regresi logistik adalah berupa kategorik Agresti(2002). Pada regresi logistik, untuk variabel responnya dianggap hanya mempunyai dua nilai yang mungkin, yaitu 0 (gagal) atau 1 (sukses), sehingga variabelrespon (y) tersebut mengikuti distribusi Bernoulli dengan fungsi peluang distribusi)
Regresi Semiparametrik (skripsi dan tesis)
Regresi semiparametrik merupakan gabungan dari regresi parametrik dan nonparametrik (Ruppert, 2003). Dalam regresi semiparametrik mengandung komponen regresi parametrik dan nonparametrik. Komponen dari regresi parametrik yaitu diketahui bahwa terdapat variabel yang memiliki kurva berpola. Sedangkan, komponen regresi nonparametrik yaitu terdapat variabel yang tidak diketahui bentuk kurvanya.
Regresi Nonparametrik (skripsi dan tesis)
Regresi nonparametrik merupakan salah satu model regresi selain regresi parametrik. Regresi nonparametrik sangat tepat digunakan untuk mendeteksi adanya sifat nonlinieritas dan hubungan nonlinier dalam model (Eubank, 1999). Nonlinier tersebut dapat terlihat pada kurva yang terbentuk. Kurva regresi nonparametrik yang terbentuk tidak mengandung pola tertentu atau bisa dikatakan bahwa bentuk kurvanya tidak diketahui.
Regresi Parametrik (skripsi dan tesis)
Regresi parametrik merupakan salah satu model regresi yang digunakan dalam menganalisis hubungan variabel respon (Y) dengan variabel prediktor (X). Dalam regresi terdapat kurva yang terbentuk berdasarkan data yang digunakan. Regresi parametrik memiliki bentuk kurva yang berpola, misal kurva membentuk pola linier, kuadratik, atau eksponensial, dan lain-lain. Dalam regresi parametrik dapat digunakan untuk mengetahui hubungan yang linier terhadap model yang terbentuk. Berikut ini merupakan model regresi berganda jika diberikan n observasi dengan p variabel prediktor (Hardle, 1994)
Persepsi Terhadap Makna Cost (skripsi dan tesis)
Hubungan Cost dan Expense (skripsi dan tesis)
Definisi Cost (skripsi dan tesis)
Definisi terhadap makna cost banyak diajukan oleh para ahli, definisidefinisi yang dikemukakan oleh para ahli berbeda-beda sudut pandangnya. Dalam makalah ini akan dikemukakan beberapa definisi yang dirasa cukup mewakili makna cost yang sebenarnya dalam konteks akuntansi sebagai penyedia informasi. Berikut ini beberapa definisi cost yang diambil dari beberapa literatur akuntansi: Makna cost adalah cost yang timbul dari terdahulu, sebuah pengorbanan yang dibuat untuk mengamankan manfaat, dan diukur dengan harga pertukaran. Definisi Sprouse dan Moonits (dikutip dari Suwardjono, 2006). Makna cost adalah sebagai pengukur moneter sumber daya yang digunakan untuk beberapa tujuan, dalam rangka untuk suatu kegiatan, yang nantinya dapat menghasilkan suatu penghasilan. Definisi Anthony, Hawkins, dan Merchant (dikutip dari Suwardjono, 2006). Makna cost adalah aliran keluar (outflows) atau pemakaian aktiva atau timbulnya hutang (atau kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penjualan atau produksi barang, atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan yang lain yang merupakan kegiatan utama suatu entitas.Definisi FASB (dikutip oleh Chariri dan Ghozali, 2007).
Makna cost adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang, atau kas yang dibelanjakan atau kekayaan lain yang ditransfer, modal saham yang dikeluarkan, pelayanan yang dijalankan atau hutang yang terjadi, dengan pertimbangan barang atau jasa diterima atau menjadi diterima. Cost dapat diklasifikasikan (dikelompokan) sebagai cost yang belum habis masa manfaatnya. Cost yang belum habis (aktiva) merupakan cost yang dapat dipergunakan untuk produksi dari penerimaan masa mendatang, dan untuk alasan itu diperlakukan sebagai pengurang dari penerimaan sekarang atau dibebankan terhadap laba ditahan. Cost yang belum habis, dapat ditransfer dari satu kelompok (klasifikasi) ke kelompok yang lain sebelum menjadi cost yang sudah habis manfaatnya sebagaimana yang didefinisikan di atas. Definisi Grady (dikutip dari Suwardjono, 2006). Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa cost merupakan pengukur dalam unit moneter suatu pengorbanan yang dilakukan dalam memperoleh barang atau jasa, cost sebagai pengukur dalam unit moneter bukan sebagai sesuatu yang harus dikorbankan, tetapi yang sebenarnya dikorbankan adalah sumber ekonomiknya baik yang berupa fisik maupun non fisik.
Sebagai pengukur dalam unit moneter maka cost mengukur seberapa banyak atau seberapa besar penggunaan sumber ekonomik dalam unit moneter untuk tujuan tertentu. Menurut Suwardjono (dikutip oleh Suryaningsum, 2003), pengukuran ini sangat penting karena hasil pengukuran kuantitatif akan menjadi data dasar dalam penyedia informasi untuk menentukan beberapa penggunaan berbagai jenis dan jumlah sumber ekonomik dalam satuan yang homogeny. Pengorbanan yang dilakukan oleh satu unit usaha dalam rangka untuk memperoleh barang dan jasa bukan saja berasal dari pengeluaran kas. Tapi dapat pula berasal dari sumber ekonomik yang lainnya misalnya surat berharga, jasa perusahaan, saham maupun obligasi perusahaan. Dengan kata lain terciptanya cost karena adanya kejadian ekonomik dalam suatu organisasi. Dari segi akuntansi, sebenarnya bukan cost itu sendiri yang mempunyai arti penting akan tetapi justru jasa yang ada dibalik angka cost yang termuat dalam rekeninglah yang mempunyai arti penting. Jadi arti penting objek atau jasa diwakili oleh cost yang tercatat dalam setiap rekening. Jasa-jasa tersebut adalah daya, kemampuan, atau kapasitas yang kalu digabungkan atau ditukar satu sama lainnya dapat menimbulkan daya, kemampuan, atau kapasitas lain yang kekuatannya (besarannya) paling tidak sama dengan yang sebelum dimiliki perusahaan. Misalnya, kas ditukar dengan mesin, ini berarti bahwa daya beli ditukarkan dengan daya produksi (Suwardjono, 2006)
Wilcoxon signed rank tes (skripsi dan tesis)
Wilcoxon signed rank test Merupakan uji non parametrik yang digunakan untuk menganalisis data berpasangan karena adanya dua perlakuan yang berbeda (Pramana, 2012). Wilcoxon signed rank test digunakan apabila data tidak berdistribusi normal. Dasar pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak H0 pada uji wilcoxon signed rank test adalah sebagai berikut: Jika probabilitas (Assymp.sig)<0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika probabilitas (Assymp.sig)<0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Kinerja PErusahaan (skripsi dan tesis)
Menurut Jumingan (2006) kinerja merupakan gambaran prestasi yang dicapai perusahaan dalam kegiatan operasionalnya baik menyangkut aspek keuangan, aspek pemasaran, aspek penghimpunan dana dan penyaluran dana, aspek teknologi, maupun aspek sumber daya manusianya Bagi investor, informasi mengenai kinerja perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Apabila kinerja perusahaan baik, maka nilai usaha akan tinggi. Dengan nilai usaha yang tinggi membuat para investor melirik perusahaan tersebut untuk menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan harga saham. Atau dapat dikatakan bahwa harga saham merupakan fungsi dari nilai perusahaan. Kinerja reksadana dapat diukur dengan menghitung total return dengan melibatkan faktor risiko dalam mencapai kinerja tersebut. Selain melihat return, reksadana juga harus melihat tingkat risiko dalam melakukan portofolionya. Selain itu melihat kinerja suatu reksadana dapat dilihat dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) Periode pengukuran dapat dilakukan secara harian, mingguan atau bulanan. Penggunaan subperiode harian merupakan yang paling akurat karena pengaruh deviden dapat diperhitungkan secara tepat
Pengukuran Jensen (skripsi dan tesis)
Tandelilin (2001) menjelaskan metode Jensen merupakan metode yang menunjukkan perbedaan antara tingkat return aktual yang diperoleh portofolio dengan tingkat return yang diharapkan jika portofolio tersebut berada pada garis pasar modal. Persamaan metode Jensen dengan metode Treynor adalah kedua metode ukuran kinerja portofolio tersebut menggunakan garis pasar sekuritas sebagai dasar untuk membuat persamaan. Sedangkan perbedaannya adalah bahwa metode Treynor sama dengan slope garis yang menghubungkan posisi portofolio dengan return bebas risiko, sedangkan metode Jensen merupakan selisih antara return portofolio dengan return portofolio yang tidak dikelola dengan cara khusus
Pengukuran Treynor (skripsi dan tesis)
Tandelilin (2011) menjelaskan metode Treynor merupakan ukuran kinerja portofolio yang dikembangkan oleh Jack Treynor. Pengukuran dengan metode Treynor juga didasarkan atas risk premium, seperti halnya metode Sharpe. Perbedaannya dengan metode Sharpe adalah menggunakan garis pasar sekuritas (security market line) sebagai patok duga, dan bukan garis pasar modal seperti m etode Sharpe. Pengukuran kinerja reksa dana saham menggunakan metode Treynor dihitung dengan memperhatikan fluktuasi pasar. Dalam perhitungannya digunakan pembagi beta ( ) yang merupaka risiko fluktuasi terhadap risiko pasar dan return reksa dana saham dengan varians benchmark
Pengukuran Kinerja Portofolio (skripsi dan tesis)
Agar dapat mengetahui kinerja dari suatu portofolio sudah seharusnya dilakukan evaluasi. Sehingga saat ini evaluasi kinerja portofolio sudah berkembang dengan pesat dan memiliki banyak metode. Evaluasi kinerja portofolio merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengambilan keputusan investasi, baik investasi yang dilakukan sendiri maupunmelalui manajer investasi. Dana yang dikelola meliputi mutual funds, dana pensiun, dana abadi perguruan tinggi (college endowment), dan lain-lain. Evaluasi kinerja investasi sudah berkembang pesat. Teori portofolio modern telah mengubah proses evaluasi yang tidak hanya didasarkan pada return dan risiko tetapi juga sumber return dan risiko tersebut. Karena pengukuran kinerja saham dan portofolio berkaitan dengan pengukuran perubahan return dan risiko investasi tersebut dari waktu ke waktu. Elton dan Gruber mengatakan bahwa ada empat prinsip yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi portofolio, yaitu: (Zubir, 2011) a) Mengukur kinerja investasi keseluruhan b) Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja investasi c) Mengetahui karakter yang bersifat umum dari manajer investasi untuk menghasilkan yang terbaik, dan d) Memprediksi kinerja manajer investasi
Teori Portofolio (skripsi dan tesis)
Reksa Dana (skripsi dan tesis)
Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal dan mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksa dana juga diharapkan dapat meningkatkan para pemodal lokal yang berinvestasi di pasar modal. Sangat perlu untuk memahami jenis reksa dana yang tersedia, guna mengetahui mengenai instrumen dimana reksa dana melakukan investasi, karakteristik potensi keuntungan serta risiko yang akan terjadi. Menurut Pratomo dan Nugraha (2004), berdasarkan portofolio investasinya reksa dana terdiri dari empat kategori, yaitu: 1) Reksa Dana Pasar Uang 2) Reksa Dana Pendapatan Tetap 3) Reksa Dana Campuran 4) Reksa Dana Saham
Abnormal Return (skripsi dan tesis)
Pengertian Return Saham (skripsi dan tesis)
Return saham atau tingkat pengembalian saham adalah tingkat pengembalian saham biasa, dan merupakan pembayaran kas yang diterima akibat pemilikan suatu saham dengan perubahan harga pasar saham lalu dibagi dengan harga saham pada saat investasi. Jadi tingkat pengembalian ini berasal dari dua sumber, yaitu pendapatan (deviden) dan perubahan harga saham (capital gain) (Nur Azlina, 2009). Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual yang diperoleh investor dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder (Darmadji, 2011 : 9). Lebih rincinya, capital gain adalah selisih antara harga jual dan harga beli saham per lembar dibagi dengan harga beli
Pengertian Saham (Skripsi dan tesis)
Saham adalah satu instrumen keuangan yang diperjualbelikan di pasar modal Indonesia. Saham (stock) menurut Tjiptono Darmadji (2011 : 3) dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Saham yang diperdagangkan di bursa ada dua jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock) (Anogara, 2006: 54). Saham biasa (common stock) adalah saham yang memiliki hak-hak yang setara, tidak memiliki hak istimewa terhadap dividen tetapi memiliki hak suara. Sedangkan saham preferen (preferred stock) adalah saham dengan kelompok khusus yang memiliki preferensi atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh saham biasa. Karakteristik yang paling sering berkaitan dengan saham preferen adalah : (1) saham preferen kumulatif (2) saham preferen partisipasi (3) saham preferen konvertibel, (4) saham preferen yang dapat ditarik, (5) saham preferen 30 yang dapat ditebus (Kiesso. et. al, 2007 : 746). Dari kedua jenis saham tadi, yang paling sering diperdagangkan di BEI adalah saham biasa.
Anomali Pasar (skripsi dan tesis)
Pasar Modal Yang Efisien (skripsi dan tesis)
Pengertian Pasar Modal (skripsi dan tesis)
Secara umum pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang. Umumnya 23 lebih dari satu tahun. Pasar modal (capital market) merupakan tempat diperjualbelikannya berbagai instrument keuangan jangka panjang, seperti utang, saham, instrument derivatif, dan instrument lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain, dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi (Darmadji, 2011: 1). Pasar modal yang maju dan berkembang adalah impian dari banyak negara karena pasar modal juga dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien karena dengan adanya pasar modal pihak yang kelebihan dana (investor) dapat memilih alternatif investasi yang memberikan return relatif besar (Luhgianto : 2011). Menurut Darmadji (2011 : 2), dengan adanya pasar modal, pihak investor dapat menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh imbalan (return), sedangkan pihak issuer (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Selain itu, dengan adanya pasar modal, diharapkan aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas
Signalling Theory (skripsi dan tesis)
Uji Tanda (Sign-Test) (skripsi dan tesis)
Apabila telah ditetapkan pasangan ukuran ordinal yang diambil dari subyek yang sama atau subyek yang dicocokkan, dan apabila hanya ingin diselidiki apakah terdapat perbedaan nyata atau tidak tanpa memperhatikan perbedaan tersebut, maka prosedur uji tanda harus digunakan. Prosedur uji tanda didasarkan pada tanda negatif atau positif dari perbedaan antara pasangan data ordinal. Pada hakekatnya pengujian ini hanya memperhatikan arah perbedaan dan bukan besarnya perbedaan itu.
Statistik Non parametrik (skripsi dan tesis)
Menurut Webster (1998), uji nonparametrik adalah prosedur statistik yang dapat digunakan untuk melakukan uji hipotesis jika tidak ada asumsi tentang distribusi parameter-parameter atau populasi. Menurut Supranto (2002), metode statistik parametrik, seperti statistik uji t atau F, digunakan apabila peneliti mengetahui fakta yang pasti mengenai sekelompok data yang menjadi sumber sampel. Pada dasarnya, peneliti harus bekerja dengan data yang telah diambil secara independen dan tanpa bias dari sekelompok item. Data tersebut haruslah berasal dari populasi yang terdistribusi secara normal dan mempunyai varians yang sama, dan harus diukur setidaknya pada tingkat interval. Metode Statistik nonparametrik dipakai apabila peneliti tidak mengetahui karkteristik kelompok item yang menjadi sumber sampelnya. Metode ini dapat diterapkan terhadap data yang diukur dengan skala ordinal dan dalam kasus tertentu, dengan skala nominal. Pengujian nonparametrik bermanfaat untuk digunakan apabila sampelnya kecil dan lebih mudah dihitung dari pada metode parametrik. Metode nonparametrik juga digunakan secara luas guna mengenalisis data di bidang ilmu sosial (Supranto, 2002).
SP SS for Windows (skripsi dan tesis)
Uji Kolmogorov Smirnov (skripsi dan tesis)
Dua Sampel Uji Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal yang telah tersususn pada tabel distribusi frekuensi kumulatif dengan menggunakan klas-klas interval. Prinsip rumus Kolmogorov Smirnov adalah menghitung selisih absolut antara pada masing-masing interval kelas. Nilai D kemudian dibandingkan dengan nilai kritis tabel Kolmogorov Smirnov, pada ukuran n dan tingkat kemaknaan α.
Uji Mann-Whitney (skripsi dan tesis)
Uji Mann-Whitney digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal. Test ini merupakan yang terbaik untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal. Bila dalam suatu pengamatan data berbentuk interval, maka perlu dirubah dulu ke dalam data ordinal. 24 Ukuran sampel tidak harus sama karena sampel tersebut tidak berpasangan atau independen sehingga kedua sampel tidak saling mempengaruhi. Sampel diambil dari 2 populasi, di mana perbedaan kedua populasi diamati berdasar sampel acak dari populasi tersebut. Asumsi-asumsi yang diperlukan dalam uji Mann-Whitney antara lain : data merupakan sampel acak hasil pengamatan dari populasi 1 dan sampel acak hasil pengamatan dari populasi 2, kedua sampel tidak saling mempengaruhi, variabel yang diamati adalah variabel acak, dan skala pengukuran yang dipakai adalah ordinal
Distribusi Frekuensi (skripsi dan tesis)
Menurut Santoso (2003: 73) disebutkan bahwa: “distribusi frekuensi pada prinsipnya adalah menyusun dan mengatur data kuantitatif yang masih mentah ke dalam beberapa kelas data yang sama, sehingga setiap kelas bisa menggambarkan karakteristik data yang ada.” Tujuan utama distribusi frekuensi adalah untuk mengorganisasikan data secara sistematik ke dalam berbagai macam klasifikasi tanpa mengurangi informasi yang ada dari data tersebut. Untuk data yang jumlahnya cukup banyak, maka pembuatan distribusi frekuensi dapat dilakukan dengan membagi data-data tersebut ke dalam beberapa kelas sesuai dengan nilainilai (hasil) data yang diperoleh, tetapi bila jumlah data relatif sedikit, maka pembuatan distribusi frekuensi tidak perlu dilakukan dengan membagi ke dalam berbagai macam kelas, sehingga data yang jumlahnya sedikit tersebut digolongkan ke dalam data yang tidak berkelompok. Untuk membuat daftar distribusi frekuensi dengan panjang kelas yang sama, kita lakukan sebagai berikut:
Pengertian Rank (skripsi dan tesis)
Pandang peubah acak yang masing-masing mempunyai nilai pengamatan . Nilai-nilai pengamatan ini diberi nomor 1, nomor 2, dan seterusnya dari urutan terbesar sampai terkecil. Nomor urutan tersebut adalah rank, yaitu bilamana yang diberikan pada setiap pengamatan sesuai dengan urutan besarnya peubah acaknya. Susunan keseluruhan rank di sebut ranking, di mana setiap anggotanya memiliki nilai rank. Misalnya kita ambil data sebagai berikut 6,8,11,3,2 kemudian setelah dibuat rangking, data menjadi 2,3,6,8,11 di mana rank ke-1 nilainya 2, rank ke-2 nilainya 3, rank ke-3 nilainya 6, rank ke-4 nilainya 8 dan rank ke-5 nilainya 11. 22 Jika diketahui terdapat angka sama dalam suatu data maka angka yang sama diberi peringkat rata-rata dari posisi-posisi yang seharusnya. Misal diambil angka sebagai berikut 6,2,2,7,4,1. Kemudian setelah dibuat rangking data menjadi 1,2,2,4,6,7 di mana rank ke-1 nilainya 1, rank ke-2 nilainya 2, rank ke-3 nilainya 2, sehingga untuk nilai 2 digunakan rata-rata jadi rank ke-2 nilainya 2,5 dan rank ke-3 nilainya 2,5, rank ke-4 nilainya 4, rank ke-5 nilainya 6 dan rank ke6 nilainya 7
Hipotesis Komparatif (Skripsi dan tesis)
Hipotesis Deskriptif (skripsi dan tesis)
Hipotesis Deskriptif merupakan dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun didalamnya bisa terdapat tiga kategori. Contoh rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut : H0 : kecenderungan masyarakat memilih warna mobil gelap. Ha : kecenderungan masyarakat memilih warna mobil bukan gelap.
Pengujian Hipotesis (skripsi dan tesis)
Skala Rasio (skripsi dan tesis)
Menurut Soepono (2002: 7) “skala rasio didefinisikan, bila suatu skala interval mempunyai titik nol yang nyata, skala tersebut dinamakan skala rasio.” Dalam skala rasio perbandingan dari tiap titik pada unit pengukuran adalah bebas. Skala rasio sama dengan skala interval, yaitu antara dua nilai yang berurutan mempunyai jarak yang sama atau berupa angka dalam arti yang sebenarnya. Perbedaanya adalah bahwa dalam skala rasio angka 0 bersifat absolute (mutlak). Jadi 0 berarti kosong sama sekali. Misalnya massa 0 kg berarti tidak ada kuantitas sama sekali.
Skala Interval (skripsi dan tesis)
Skala Interval adalah skala yang digunakan untuk data yang menunjukkan adanya penggolongan yang mempunyai besaran sama, data ini mempunyai ciri yang berkelanjutan (kontinu) sehingga dapat diukur, skala ini mempunyai angka 0 mutlak. Oleh sebab itu harga atau nilai yang dimiliki setiap intervalnya adalah sama, misal isi interval 1-2 akan memiliki harga yang sama dengan isi interval 8- 9. Contoh dari skala data ini adalah, prestasi belajar siswa berentang antara 0- 100 atau 0-10, hasil IQ, hasil tes fisik dan sebagainya. Satu hal yang perlu diingat adalah, bahwa pada skala data ini tidak memiliki harga 0 mutlak. Bilangan 0 yang dimiliki disini adalah bilangan 0 relatif, sebab walaupun individu mendapat nilai prestasi belajar 0, ini tidak berarti bahwa individu tersebut prestasi belajarnya kosong sama sekali.
Skala Ordinal (Skripsi dan tesis)
Skala ordinal dapat digunakan untuk menunjukkan status atau tingkat kedudukan individu yang satu dengan yang lainnya dalam karakteristik tertentu. Dalam skala ini dapat menentukan kedudukan individu dalam kelompok, namun tidak dapat mengetahui perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Jarak antara 1 dan 2 dapat berbeda jauh dibandingkan jarak antara 5 dan 6. Penggolongan data ini mempunyai sifat berkelanjutan (kontinu), dimana masingmasing golongan mempunyai besaran sendiri-sendiri. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa, salah satu individu lebih besar (kecil) dibandingkan dengan yang lainnya. Data ordinal seperti pada data nominal, adalah data dengan level lebih tinggi daripada data nominal. Jika pada data nominal, semua data kategori dianggap sama, maka pada data ordinal terdapat tingkatan data. Misalnya hasil ujian akhir suatu SMA menyatakan bahwa: (1) Siswa A sebagai juara 1; (2) Siswa B sebagai juara 2; (3) Siswa C sebagai juara 3; (4) dst. Dalam hal ini angka satu mempunyai nilai lebih tinggi daripada angka 2 maupun 3, tetapi skala ini tidak bisa menunjukkan perbedaan kemampuan antara A, B, dan C secara pasti. Juara satu tidak berarti mempunyai kemampuan dua kali lipat juara dua maupun mempunyai kemampuan tiga kali lipat dari kemampuan juara tiga. Di samping itu perbedaan kemampuan antara siswa juara 1 dengan siswa juara 2, juga berkemungkinan besar tidak sama dengan perbedaan kemampuan siswa juara 2 dengan siswa juara 3. Dengan demikian maka rentangan kemampuan siswa untuk rentangan kemampuan untuk masing-masing juara tidak selalu sama (tetap), walaupun angka yang dipakai sebagai pengganti mempunyai rentangan yang sama.
Skala Nominal (Skripsi dan tesis)
Skala nominal adalah skala yang digunakan untuk mengkategorikan (menggolongkan) data atas dasar kriteria yang jelas dan tegas dan bersifat diskrit. Data penelitian dapat dikategorikan menjadi dua atau lebih, tergantung pada karakteristik data itu sendiri. Skala nominal tidak diberi konotasi perbedaan harga, dengan kata lain, kategori yang satu tidak lebih tinggi dari kategori yang lain. Misalnya adalah kategori dari etnis yang ada di Indonesia; Jawa, Madura, Batak, Bali, Dayak, Sunda, Badui, dan lain sebagainya. Kedudukan setiap etnis tersebut tidak menggambarkan status sosial yang berbeda. Kategori jenis agama yang ada di Indonesia, Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha, kedudukan setiap kategori agama tersebut tidak menunjukkan perbedaan, misalnya agama Islam lebih baik dari agama yang lain. Pengukuran skala ini hanya dapat dilakukan dengan menghitung jumlah frekuensinya saja, berapa jumlah individu yang tergolong etnis Jawa, Bali, Batak dan sebagainya. Angka dari hasil penjumlahan inilah merupakan data berskala nominal, yang selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan statistik. Data bertipe nominal adalah data yang paling rendah dalam level pengukuran data. Jika suatu pengukuran data hanya menghasilkan satu dan hanya satu-satunya kategori, data tersebut adalah data nominal (data kategori). Data nominal dalam praktik statistik biasanya dijadikan angka, yaitu proses yang 16 disebut kategorisasi. Misalnya dalam pengisian data jenis kelamin, laki-laki dikategorikan ‘1’ dan perempuan dikategorikan ‘2’.
Populasi (skripsi dan tesis)
Menurut Sudjana (2005: 6) disebutkan bahwa: “populasi merupakan totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif atau kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.” Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar banyaknya objek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiiki oleh objek tersebut
Statistika Nonparametrik (Skripsi dan tesis)
Statistika Parametrik (skripsi dan tesis)
Statistika Inferensial (Skripsi dan tesis)
Menurut Sugiyono (2005: 13) disebutkan bahwa: “Statistika Inferensial adalah statistika yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensikan) untuk populasi di mana sampel diambil.” Statistika inferensial memperkenalkan langkah-langkah dalam tiap usaha untuk mengambil kesimpulan dari fakta yang disajikan sampel. Statistika inferensial dibagi menjadi dua macam, yakni statistika parametrik dan statistika nonparametrik. Statistika inferensial mencakup beberapa langkah yang terprosedur secara sistematik, mulai dari perumusan masalah, kajian pustaka dan kajian temuan penelitian yang relevan dengan masalah penelitian, untuk memformulasikan hipotesis sampai dengan taraf inferensial yang dicerminkan dari hasil analisis statistik untuk pengujian hipotesis dan penggeneralisasian temuannya. Menurut Soepono (2002: 3) dijelaskan bahwa: “fungsi statistik dalam penelitian inferensial adalah sebagai alat bantu yang tidak hanya untuk mendeskripsikan, tetapi lebih ditekankan pada fungsi analisis untuk menginferensialkan (menemukan ciri-ciri statistik tertentu) untuk suatu populasi dari suatu sampel secara random dalam rangka pengujian hipotesis penelitian
Statistika Deskriptif (skripsi dan tesis)
Menurut Sugiyono (2005: 12) disebutkan bahwa: “Statistika Deskriptif adalah statistika yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu statistik hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Suatu penelitian yang tidak menggunakan sampel, analisisnya akan menggunakan statistika deskriptif.” Statistika deskriptif pada hakekatnya merupakan tingkatan awal dan pengembangan suatu ilmu atau disiplin yang di dalamnya mencakup gambaran atau koleksi data dari suatu objek atau fenomena yang diamati. Dalam hal ini penelitian hanya bermaksud untuk membangun konfigurasi atau deskripsi apa adanya dari suatu fenomena yang berbeda dalam konteks penelitiannya. Penelitian ini biasanya masih bersifat eksploratif, hasil penelitian ini masih berupa hipotesis yang masih memerlukan pengujian kebenarannya dalam studi lanjutan
Statistika (skripsi dan tesis)
Statistik (skripsi dan tesis)
Kruskal – Wallis (skripsi dan tesis)
Uji Kruskal – Wallis sering pula disebut Uji H Kruskal – Wallis, adalah rampatan uji jumlah rang (dwisampel Wilcoxon) untuk sejumlah sampel k>=2. Uji ini digunakan untuk menguji hipotesis nol bahwa k sampel bebas berasal dari populasi yang sama. Diperkenalkan oleh W.H. Kruskal dan W.A. Wallis pada tahun 1945, uji ini merupakan padanan cara nonparametrik untuk menguji kesamaan rataan dalam analisis variansi ekafaktor bila si pencoba ingin menghindari bahwa sampel berasal dari populasi normal.
Uji ini mirip dengan uji Anova pada data parametrik hanya saja tidak dipenuhi anggapan k kenormalan dari data. Analisis yang digunakan berdasarkan Rij yaitu ranking data, bukan data itu sendiri.
Langkah – langkah uji Kruskal – Wallis :
- H0: Semua K populasi adalah identik
- H1: Tidak semua K populasi identik
- Tentukan taraf nyatanya.
- Tentukan daerah kritisnya dengan menggunakan tabel chi-kuadrat. Dengan derajat kebebasan v = k-1
- Melakukan perhitungan uji kruskal – wallis dengan rumus dibawah ini
dengan ni merupakan jumlah data pengamatan disetiap sampel dan ri merupakan jumlah rang dalam satu sampel data pengamatan
Uji Rang-Tanda (skripsi dan tesis)
Uji Rang-Tanda dicetuskan oleh Frank Wilcoxon pada tahun 1945 dan saat ini disebut sebagai uji rang-tanda Wilcoxon. Uji ini memanfaatkan baik tanda maupun besarnya selisih. Uji rang-tanda Wilcoxon digunakan untuk kasus dua sampel yang dependen bila skala ukur memungkinkan kita menentukan besar selisih yang terjadi, jadi bukan sekedar hasil pengamatan yang berbeda saja. Uji rang-tanda Wilcoxon cocok digunakan bila kita dapat mengetahui besarnya selisih antara pasangan-pasangan harga pengamatan X1 dan Y1 berikut arah selisih yang bersangkutan. Apabila kita dapat menentukan besarnya setiap selisih, maka kita dapat menetapkan peringkat untuk masing-masing selisih itu. Melalui penyusunan peringkat selisih – selisih inilah uji Wilcoxon memanfaatkan informasi tambahan yang tersedia.
Asumsi :
Data untuk analisis terdiri atas n buah beda. D1 = Y1 – X1
Sampel X dan sampel Y adalah Variabel- variable acak kontinyu dan beda X1 – Y1, X2 -Y2…dst bersifat kontinyu pula.
Hipotesis nol yang di uji menyatakan bahwa median perbedaan pasangan nilai pengamatan kedua sampel sama dengan nol.
Uji Tanda (skripsi dan tesis)
Uji tanda digunakan untuk menguji hipotesis mengenai median populasi. Dalam banyak kasus prosedur nonparametrik, rataan digantikan oleh median sebagai parameter lokasi yang relevan untuk diuji.
Uji tanda juga mempunyai asumsi dimana asumsinya adalah distribusinya bersifat binomial. Binomial artinya mempunyai dua nilai. Nilai ini dilambangkan dengan tanda, yaitu positif dan negatif. Ini mengapa ia disebut uji tanda.
Uji tanda banyak digunakan karena uji ini paling mudah untuk dilakukan pengujiannya dan tidak memakan waktu yang lama. Pengerjaan pengujian ini terbilang cukup mudah. Apabila setiap nilai pengamatan memiliki nilai lebih besar dari nilai rataannya maka diganti dengan tanda (+). Sedangkan, apabila setiap nilai pengamatan memiliki nilai kurang dari nilai rataannya maka diganti dengan tanda (-). Dan, apabila nilai pengamatannya sama dengan nilai rataannya maka nilai pengamatan tersebut harus dibuang.
Pengujian uji tanda yang pertama dilakukan adalah menentukan hipotesis nolnya beserta dengan hipotesis tandingannya. Tentukan pula taraf nyatanya beserta nilai proporsi peubah binomial X-nya. Kemudian melakukan penghitungan Z hitung (apabila jumlah sampel lebih dari 30) dengan nilai n merupakan jumlah data pengamatan setelah dibandingkan dengan nilai rataannya dan nilai x adalah jumlah data pengamatan dengan tanda (+). Dengan begitu nilai Z akan didapat dan nilai P (proporsi)nya dapat ditentukan. Keputusan H0 akan ditolak apabila nilai P yang didapat lebih kecil atau sama dengan nilai taraf nyatanya.
Analisis Regresi (skripsi dan tesis)
Statistika Deskriptif (skripsi dan tesis)
Uji Mann-Whitney (Skripsi dan tesis)
Menentukan Besar Sampel (skripsi dan tesis)
Pemilihan Sampel dari Polulasi Secara Tidak Acak (Nonrandom atau Nonprobability Sampling) (skripsi dan tesis)
Jenis Dalam Teknik sampling random (Skripsi dan tesis)
Teknik sampling random terdiri atas empat macam dengan uraian seperti berikut ini (Husaini, Usman,1995):
Pemilihan Sampel dari Populasi Secara Acak (Random atau Probability Sampling) (skripsi dan tesis)
Teknik Pengumpulan Data (skripsi dan tesis)
Data Menurut Sumbernya (skripsi dan tesis)
Berdasarkan sumbernya, data dapat digolongkan menjadi: a. Data Internal dan data eksternal. Data internal adalah data yang bersumber dari suatu organisasi. Data eksternal adalah data yang bersumber dari luar organisasi. b. Data Primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui suatu survey lapangan dengan menggunakan metode pengumpulan data tertentu. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh suatu lembaga pengumpul data dan dipublikassikan kepada masyarakat pengguna data. Data sekunder akan mempermudah dan mempercepat jalannya penelitian.
Data Menurut Dimensi Waktu (skripsi dan tesis)
Menurut dimensi waktu, data dapat digolongkan menjadi: a. Data runtut waktu (time-series), yaitu data yang secara kronologis disusun menurut waktu. Data runtut waktu digunakan untuk melihat perubahan dalam rentang waktu tertentu. Data runtut waktu dibedakan menjadi: data harian, data mingguan, data bulanan, data tahunan. b. Data silang tempat (cross-section), yaitu data yang dikumpulkan pada suatu titik waktu. Data silang tempat digunakan untuk mengamati perilaku dalam periode yang sama. Contoh: data sensus yang diterbitkan setiap 10 tahun sekali, data jumlah penduduk miskin pada setiap desa pada tahun tertentu. c. Data pooling, yaitu kombinasi antara data runtut waktu dengan data silang tempat.
Data Menurut Jenisnya (skripsi dan tesis)
Menurut jenisnya, data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif
Data (skripsi dan tesis)
Data adalah suatu bahan mentah yang jika diolah dengan benar melalui berbagai analisis dapat memberikan berbagai informasi sehingga dengan informasi tersebut kita dapat mengambil suatu keputusan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep. Data diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel atau populasi (Husaini, Usman, 2006).
Kekurangan statistik nonparametrik (skripsi dan tesis)
Kekurangan statistik nonparametrik dibandingkan dengan statistik parametrik ialah : 1. Bila digunakan pada data yang dapat diuji menggunakan statistika parametrik maka hasil pengujian menggunakan statistika nonparametrik menyebabkan pemborosan informasi. 2. Pekerjaan hitung menghitung (aritmetik) karena memerlukan ketelitian terkadang menjemukan. 3. Jika jumlah sampel besar, tingkat efisiensi nonparametrik relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode parametrik. 4. Statistik nonparametrik tidak dapat digunakan untuk membuat prediksi (peramalan).
Kelebihan statistik nonparametrik (skripsi dan tesis)
Kelebihan statistik nonparametrik adalah sebagai berikut (Tavi, Supriana,2010): 1. Asumsi –asumsi dalam statistik nonparametrik relatif lebih longgar. Jika pengujian data menunjukkan bahwa salah satu atau beberapa asumsi yang mendasari uji statistik parametrik (misalnya mengenai sifat distribusi data), tidak terpenuhi, maka statistik nonparametrik lebih sesuai diterapkan dibandingkan statistik parametrik. 2. Perhitungan-perhitungan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, sehingga hasil penelitian dapat dengan cepat diselesaikan. 3. Untuk memahami konsep-konsep dan metode-metodenya tidak memerlukan dasar matematika yang mendalam. 4. Uji-uji pada statistik nonparametrik dapat diterapkan jika kita menghadapi keterbatasan data yang tersedia, misalnya jika data telah diukurmenggunakan skala pengukuran yang lemah. 5. Efisiensi statistik nonparametrik lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode parametrik untuk jumlah sampel yang sedikit. 6. Asumsi yang digunakan minimum sehingga mengurangi kesalahan penggunaan. 7. Dapat diterapkan pada skala peubah kualitatif (nominal dan ordinal).
Statistik Nonparametrik (skripsi dan tesis)
Metode nonparametrik pertama kali digunakan ketika J.Arbuthnot (1710) mengetahui bahwa pada tahun 1629 sampai tahun 1710 jumlah laki-laki yang diberi nama baptis di London melebihi jumlah wanita. Ia memandang hal ini sebagai kenyataan yang kuat bahwa probabilita dari setiap kelahiran bayi laki-laki atau wanita tidak tepat sama, suatu ketidakcocokan yang dianggap oleh Arbuthnot berasal dari sesuatu yang aneh (Sprent, 1991). Statistik nonparametrik disebut juga statistik bebas sebaran. Statistik nonparametrik tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi. Statistik nonparametrik dapat digunakan pada data yang memiliki sebaran normal atau tidak. Statistik nonparametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data nominal atau ordinal. Universitas Sumatera Utara Metode statistik nonparametrik merupakan metode statistik yang dapat digunakan dengan mengabaikan asumsi-asumsi yang melandasi penggunaan metode statistik parametrik, terutama yang berkaitan dengan distribusi normal. Nama lain yang sering digunakan untuk statistik nonparametrik adalah statistik bebas distribusi. Contoh regresi nonparametrik adalah uji tanda (sign test), uji jenjang bertanda wilcoxon, metode theil, metode deret fourer, uji square, uji mann-whitney dan lain- lain. Perbandingan statistik nonparametrik dan statistik parametrik. Kekurangan dan kelebihan setiap pemilihan prosedur pengujian data, apakah itu menggunakan nonparametrik atau parametrik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing
Statistik Parametrik (skripsi dan tesis)
Suatu tes statistik parametrik adalah suatu tes yang modelnya menetapkan adanya syaratsyarat tertentu tentang parameter populasi yang merupakan sumber sampel penelitinya. Syarat-syarat itu biasanya tidak diuji dan dianggap sudah dipenuhi. Seberapa jauh makna hasil suatu tes parametrik bergantung pada validitas anggapan-anggapan tadi. Tes-tes parametrik juga menuntut bahwa skor-skor yang dianalisis merupakan hasil suatu pengukuran yang sedikitnya berkekuatan sebagai skala interval (Siegel, Sidney,1986:38). Pada statistik parametrik, pengujian hipotesis (uji parametrik) atau aturan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh asumsi-asumsi tertentu. Misalnya, distribusi probabilitas untuk pengambilan sampel dan bentuk varians. Asumsi untuk distribusi misalnya distribusi normal, binomial, distribusi F, dan distribusi student t. Asumsi untuk varians, misalnya memiliki varians yang homogen, seperti pada korelasi dan regresi. Asumsi-asumsi tersebut tidak diuji lagi sudah dianggap sudah terpenuhi (Iqbal, Hasan, 2002).
Uji Chi-Square (skripsi dan tesis)
Chi-square atau kai kuadrat (X2 ) merupakan salah satu jenis uji komparatif nonparametrik yang dilakukan pada dua variabel, dimana skala data kedua variabel adalah nominal atau ordinal. Dasar dari uji chi-square adalah membandingkan perbedaan antara frekuensi observasi dengan frekuensi ekspektasi atau frekuensi yang diharapkan. Frekuensi observasi adalah frekuensi yang nilainya didapat dari hasil percobaan. Sedangkan frekuensi harapan adalah frekuensi yang nilainya dapat dihitung secara teoritis. Perbedaan tersebut untuk meyakinkan apabila harga dari chi-square sama atau lebih besar dari suatu harga yang telah ditetapkan pada taraf signifikan tertentu. Uji chi-square sangat bermanfaat dalam melakukan analisis statistik apabila asumsi-asumsi yang 29 dipersyaratkan untuk penggunaan statistik parametrik tidak dapat terpenuhi. Syarat-syarat dalam menggunakan uji ini adalah frekuensi responden atau sampel yang digunakan besar, karena ada beberapa syarat dimana chi-square dapat digunakan yaitu: a. Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan (actual count) sebesar nol. b. Apabila bentuk tabel kontingensi 2×2, maka tidak boleh ada satu cell saja yang memiliki frekuensi harapan (expected count) kurang dari lima. c. Sedangkan apabila bentuk tabel lebih dari 2×2, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari lima tidak boleh lebih dari 20%. Adapun kegunaan dari uji chi-square sebagai berikut: a. Untuk mengetahui ada tidaknya asosiasi antara dua variabel. b. Untuk mengetahui homogenitas antar-sub kelompok. c. Untuk uji kenormalan data dengan melihat distribusi data. d. Untuk menganalisis data yang berbentuk frekuensi. e. Untuk menentukan besar kecilnya korelasi dari variabel-variabel yang dianalisis. Bentuk distribusi chi-square tergantung dari derajat kebebasan atau yang biasa dilambangkan d.f. (degree of freedom). Chi-square memiliki masing-masing nilai derajat kebebasan yaitu distribusi (kuadrat standard normal) yang merupakan distribusi chi-square dengan d.f. = 1 dan nilai variabel tidak bernilai negatif. Karakteristik dari chi-square yaitu nilainya selalu positif karena nilai chi-square adalah nilai kuadra
Crosstabs (skripsi dan tesis)
Crosstabs atau tabulasi silang merupakan suatu metode analisis deskriptif yang berbentuk tabel, dimana menampilkan tabulasi silang atau tabel kontingensi yang digunakan untuk mengidentifikasi serta mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan sebab-akibat antara satu variabel dengan variabel yang lainnya ke dalam suatu matriks. Hasil crosstabs disajikan ke dalam suatu tabel dengan variabel yang tersusun sebagai kolom dan baris serta berisi nilai frekuensi dan persentase. Tabel yang dianalisis pada crosstabs ini adalah hubungan antara variabel dalam baris dengan variabel dalam kolom. Penyajian data pada umumnya adalah data kualitatif. Ciri dari penggunaan crosstabs yaitu data input yang pada umumnya berskala nominal atau ordinal. Pembuatan crosstabs dapat disertai dengan pengolahan atau perhitungan tingkat keeratan hubungan (asosiasi) antar variabel pada crosstabs. Alat statistik yang sering digunakan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara baris dan kolom dari sebuah crosstabs adalah uji chi-square. Selain uji chi-square, ada beberapa alat uji lainnya yang dapat digunakan seperti kendall, kappa, dan lain sebagainya
Uji Tanda (Sign Test) (skripsi dan tesis)
Uji tanda atau sign test merupakan uji non-parametrik yang digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan dari dua buah populasi yang saling berkorelasi, dimana datanya memiliki skala pengukuran ordinal. Metode analisis ini menggunakan data yang dinyatakan dalam bentuk tanda (+) positif dan (-) negatif dari perbedaan antara pengamatan yang berpasangan. Sedangkan nilai 0 tidak diikut sertakan dalam analisis karena nilai 0 berarti tidak terdapat perubahan sebelum dan sesudah perlakuan. Pada prinsipnya, uji tanda memiliki tujuan untuk menghitung selisih nilai dari kedua pasang sampel. Apabila Ho diterima, maka jumlah selisih pasangan data yang positif kurang lebih akan sama dengan pasangan data yang negatif, sehingga sangat diharapkan jumlah selisih pasangan data yang positif dan negatif adalah setengah dari total sampel yang ada. Sedangkan Ho ditolak, jika jumlah selisih pasangan data yang negatif dengan data yang positif memiliki perbedaan nilai yang sangat tinggi. Supranto 26 (2002)
Kelebihan dan Kekurangan Statistik Non-Parametrik (skripsi dan tesis)a
Adapun kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan metode statistik nonparametrik adalah sebagai berikut: a. Kelebihan Statistik Non-Parametrik i. Asumsi-asumsi yang digunakan sangatlah sedikit. ii. Tidak membutuhkan asumsi normalitas atau distribusi data tidak harus normal. Namun, statistik non-parametrik tidak terikat pada distribusi normal populasi, tetapi juga dapat digunakan pada populasi berdistribusi normal. iii. Secara umum konsep dan metode statistik non-parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan statistik parametrik karena statistik non-parametrik tidak membutuhkan perhitungan matematik yang rumit melainkan lebih sederhana. iv. Dapat diterapkan pada skala data numerik (nominal) dengan jenjang (ordinal). v. Terkadang dalam statistik non-parametrik tidak dibutuhkan urutan atau jenjang secara formal karena sering dijumpai hasil pengamatan yang dinyatakan dalam data kualitatif. vi. Pengujian hipotesis pada statistik non-parametrik dilakukan secara langsung pada pengamatan yang nyata. b. Kekurangan Statistik Non-Parametrik i. Tidak ada sistematika secara jelas. ii. Statistik non-parametrik terkadang mengabaikan beberapa informasi tertentu. iii. Hasil pengujian hipotesis dengan statistik non-parametrik tidak selengkap statistik parametrik. iv. Hasil statistik non-parametrik tidak dapat diekstrapolasikan ke populasi studi yang berbeda dengan statistik parametrik. Hal ini dikarenakan statistik non-parametrik mendekati eksperimen dengan sampel kecil dan umumnya membandingkan dua kelompok tertentu
Ciri-Ciri Statistik Non-Parametrik (skripsi dan tesis)
Dalam menganalisis data tentunya harus mengetahui ciri-ciri dari statistik yang akan digunakan agar dapat lebih mudah dalam menentukan uji yang cocok untuk digunakan pada kasus tersebut. Berikut ciri-ciri dari statistik non-parametrik: a. Data tidak berdistribusi normal b. Umumnya data berskala nominal dan ordinal c. Umumnya dilakukan pada penelitian sosial d. Umumnya jumlah sampel kecil
Pengelompokan Kategori Statistik Non-Parametrik (skripsi dan tesis)
Dalam statistik non-parametrik terdapat pengelompokan yang didasarkan dari kriteria sampel yang diambil pada saat penelitian yaitu sampel tunggal, sampel independen, dan sampel dependen. Adapun penjelasan dari masing-masing kriteria sampel adalah sebagai berikut: a. Sampel Tunggal Sampel tunggal digunakan untuk menduga dan menguji hipotesis dari parameter yang ada, contohnya pengukuran nilai sentral. Pada statistik nonparametrik uji yang digunakan untuk menduga nilai sentral, seperti uji tanda (sampel tunggal) dan uji Wilcoxon. Selain itu, terdapat juga prosedur nonparametrik lainnya, antara lain uji binomial yang digunakan untuk pengukuran proporsi populasi, uji Trend untuk mengetahui kencenderungan dari populasi yang ada, dan uji Cox-Stuart untuk menguji data berdasarkan waktu. b. Sampel Independen Sampel independen memiliki kegunaan untuk membandingkan antara dua variabel yang terukur dari sampel yang bebas. Pengambilan sampel ini berasal dari dua populasi. Pada statistik parametrik dapat menggunakan uji t untuk membandingkan nilai mean dari dua kelompok independen, sedangkan alternatif pengujian dalam statistik non-parametrik dapat menggunakan uji, antara lain Wald-Wolfowitz Runs test, Mann-Whitney U-test, dan KolmogorovSmirnov Two-Sample test. Namun, apabila ingin membandingkan lebih dari dua populasi maka digunakanlah analisis satu arah bertingkat dengan Median test dan Kruskal-Wallis test. c. Sampel Dependen Sampel dependen pada dasarnya digunakan untuk membandingkan dua variabel yang terukur dari sampel yang berhubungan. Dalam statistik nonparametrik, misalnya untuk mengetahui perbedaan produktivitas kerja, dengan melakukan pengukuran pada sampel pekerja sebelum mendapatkan pelatihan dengan sampel pekerja sesudah mendapatkan pelatihan. Hal seperti ini dapat dilakukan dengan menggunakan pengujian Sign Test dan Wilcoxon’s Matched Pairs Test. Namun jika variabel memiliki sifat yang dikotomi, maka dapat digunakan pengujian McNemar’s Chi-square Test. Selain itu, apabila ternyata terdapat lebih dari dua variabel yang diteliti maka pengujian yang tepat digunakan yaitu Friedman’s two-way analysis of variance dan Cochran Q test.
